Antara Ketemu dan Bertemu*

solopos

Beberapa orang ada yang beranggapan bahwa kata ketemu adalah kata bentukan baku bahasa Indonesia. Oleh karena itu, tak heran bila kita cukup sering menemukan kasus penggunaan kosa kata ketemu dalam beberapa tulisan. Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, kata ketemu bukanlah kata bentukan yang benar. Hal ini disebabkan, si pengguna bahasa yang bersangkutan telah melakukan kesalahan … Baca lebih lanjut

Mandek Mas, Ketak Ndiasmu!

rambu2

Tadi pagi, saya mendapatkan perkataan yang kasar dan tidak enak dari seseorang. Perkataan tersebut adalah, “Mandek mas, ketak ndiasmu! (Berhenti mas, saya jitak kepalamu!)” Kronologinya adalah sebagai berikut. Pukul 06.00 WIB. Saya beserta keluarga (1 istri dan 1 balita) bepergian menuju Kartasura hendak membeli bubur kacang hijau di depan terminal lama Kartasura. Alasan kami kenapa … Baca lebih lanjut

Bahasa Indonesia Miskin?

Sering saya mendengar orang yang berkata, “Bahasa Indonesia itu miskin kosakata ya. Buktinya, banyak kosakata Indonesia yang mengambil dari bahasa asing.” Setiap mendengar perkataan demikian, saya selalu menanggapinya dengan tersenyum dan balik bertanya, “Bila memang miskin, seharusnya Anda bisa lebih mudah menguasainya kan? Tentunya Anda akan lebih mudah mempraktikkan perihal berbahasa yang baik dan benar … Baca lebih lanjut

Diskusi Bahasa dan Sastra Yuk

ikon bahasa dan sastra Indonesia

Dalam beberapa hari ini secara jujur harus saya akui bahwa saya merasa kehilangan semangat untuk menulis dan ngeblog. Entah karena apa, saya tak tahu. Bahkan untuk sekadar blogwalking yang seharusnya menjadi rutinitas pun malas saya lakukan. Tentunya kondisi ini tak bisa saya biarkan begitu saja. Tercatat beberapa tindakan telah saya lakukan, tapi tak juga memberikan … Baca lebih lanjut

Parade Eylekhan dan Mayemuk

Gara-gara sebuah komen dari pak nh18 maka saya pun mencoba menindaklanjuti komen tersebut menjadi satu tulisan ringan nan pendek berikut ini. Dalam postingan sebelumnya yang berjudul Peran Belanda dalam Melestarikan Bahasa dan Sastra Jawa, ada satu komentar yang bertema OOT yang disampaikan oleh beliau. Kurang lebih, beliau mengatakan bahwa sejarah istilah eiylekhan yang kini menjadi … Baca lebih lanjut

Peran Belanda dalam Melestarikan Bahasa dan Sastra Jawa

Seorang teman kuliah saya, dahulu pernah bercerita bahwa sebenarnya bila bisa memilih dan memiliki waktu yang luang, dia hendak mencari beasiswa untuk kuliah S2 di salah satu universitas Belanda. Walaupun dia adalah seorang guru bahasa Jawa di salah satu SMP Negeri Boyolali, tapi semangatnya untuk terus belajar sangatlah tinggi. Bahkan, walaupun kini dia telah dikaruniai … Baca lebih lanjut

Setelah KENTAKI Apa lagi?

Tampaknya tak hanya pandai bermajas (berbahasa), ternyata masyarakat juga telah paham konsep dalam dunia pemasaran. Inilah satu temuan baru yang kemudian bisa saya simpulkan dari beberapa komentar pada postingan yang lalu. Niat awal hendak berkuis, tapi justru menghasilkan sebuah hipotesis yang membutuhkan uji lanjutan untuk digariskan menjadi sebuah teori baru (halah). Bagi Anda yang merasa … Baca lebih lanjut

KENTAKI: Bukti Masyarakat Pandai Bermajas

Tentunya Anda pernah merasakan lapar ketika pulang dari kerja. Apalagi bagi Anda yang bekerja sedari pagi sampai sore. Hal ini pun pernah saya rasakan, bahkan lumayan sering sehingga berdampak pada mata yang suka jelalatan memperhatikan trotoar di pinggiran jalan sepanjang perjalanan. Namun, bukan cewek cantik yang menjadi sasarannya, melainkan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai … Baca lebih lanjut