Jante Arkidam: Kisah Lolosnya Seorang Preman Buronan

Pernah suatu kali dalam sebuah perkuliahan, teman saya ditugasi untuk membacakan puisi Jante Arkidam oleh seorang dosen saya yang telah bertitel profesor. Ketika sampai pada bait, “Aku, akulah Jante Arkidam/Siapa berani melangkah kutigas tubuhnya/Batang pisang,/Tajam tanganku lelancip gobang/Telah kulipat rujibesi,” tiba-tiba Bapak dosen pun menyuruh dia untuk mengulangi pembacaannya. “Ulangi, harus lebih garang!” Dan ketika … Baca lebih lanjut