Ternyata

gue masih muda bro

Pukul setengah tiga sore. Tepat pada waktu itu saya ada jadwal perdana mengajar Bahasa Indonesia di prodi luar. Sesampainya di kelas yang telah ditentukan, saya melihat ada beberapa anak sedang duduk-duduk santai bercengkrama di dalam kelas. Langsung saja, saya masuk dan bertanya, “Ada perkuliahan ya?”

Mereka tidak langsung menjawab. Justru malah kemudian salah satu dari mereka balik bertanya, “Mas mau ada kuliah di sini ya?”

Dengan sedikit tersenyum kemudian saya mengambil jadwal perkuliahan yang saya bawa, “Di jadwal ini, saya kebetulan ada jadwal mengajar Bahasa Indonesia di sini.”

Tiba-tiba kelas pun gaduh. Si mbak yang tadi bertanya lalu berubah rona wajahnya. Merah padam. Setelah itu, sekelompok mahasiswa tersebut keluar kelas sambil salah satu dari mereka berkata, “Maaf pak.”

###

Selepas kejadian yang menggelikan itu akhirnya saya pun duduk sendirian di dalam kelas sembari menunggu para peserta didik saya. Tak selang berapa lama, datanglah sekelompok pemuda. Mereka tidak langsung masuk kelas, mereka memilih untuk terdiam sejenak di depan pintu kelas. Lantas, salah satu dari mereka pun angkat bicara, “Mas, kelasnya mau dipakai kuliah ya?”

“Sekarang jadwalnya Bahasa Indonesia kan?” jawab saya sedikit slenco.

“Iya.”

“Oh, kalau begitu silakan masuk.”

Mereka pun masuk kelas. Sambil duduk menempati bangku, salah satu dari mereka lalu bertanya, “Masnya mau kuliah juga ya?”

Sekali lagi saya tidak langsung menjawab. Saya sajikan senyum yang paling manis dulu kepada mereka, kemudian baru saya jawab, “Saya yang mengajar, mbak.”

Dengan wajah tersipu-sipu dan menahan tawa, mereka berubah menjadi salah tingkah. Melihat mereka yang mati gaya, akhirnya saya pun angkat bicara untuk mengubah topik perbincangan. “Jumlah mahasiswanya ada berapa?” sebuah pertanyaan yang sebenarnya basa-basi banget karena sebenarnya saya bisa melihat jawabannya di lembar absensi mahasiswa yang sudah saya bawa.

“Saya kurang tahu, pak. Kami mahasiswa semester 8 yang mengulang mata kuliah Bahasa Indonesia.”

“Lho, memang kemarin dapat berapa (nilainya)?”

“Dapat C, pak,” sambil menunjukkan ekspresi agak bersungut.

###

Di sela-sela perbincangan kami, lalu datanglah sekelompok pemuda yang berjumlah lebih banyak dari yang pertama. Mereka memilih berdiri di depan kelas sambil ngobrol dengan asyiknya. Melihat kegaduhan itu, saya pun berjalan menghampiri mereka. “Mau kuliah Bahasa Indonesia ya?” tanya saya.

“Iya mas,” jawab mereka.

“Silakan masuk, sudah saya tunggu lho.”

Mereka lantas berhamburan memasuki kelas dan menempati bangku yang telah tersedia. Hari itu memang benar-benar saat yang berkesan bagi saya. Satu pelajaran yang saya dapat, ternyata saya masih muda … hehehehe ….

____
Lah… terus apa hubungannya dengan yang di foto? O… jelas ada hubungannya. Foto di atas adalah bukti kalau saya masih muda, jadi masih suka bermain dan masih suka narsis tentunya…. wekekekekek

Comments
One Response to “Ternyata”
  1. masih mudaan saya, 19…hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: