Religius dan Mencuri Hati

Semalam tampaknya menjadi malam yang berkesan bagi rakyat Indonesia. Dan kegembiraan itu berpusat di stadion Gelora Bung Karno. Sebuah kemenangan besar yang tak tanggung-tanggung diraih timnas Indonesia. Unggul 5-1 atas kesebelasan negara tetangga yang juga dikenal dengan sebutan negeri Jiran.

Di tengah euforia kegembiraan itu, menurut saya ada dua hal menonjol yang ditunjukkan oleh tim yang berlambang garuda itu. Pertama, sisi religius. Kedua, usaha keras dan berbuah penampilan yang mencuri hati.

Sisi religius diwakili oleh Cristian Gonzales pada pascapertandingan tersebut. Seperti yang kita tahu, penyerang berdarah Uruguay itu berhasil menyumbangkan satu gol dalam pertandingan semalam. Ketika diwawancarai usai pertandingan, dia berkata, “Alhamdulillah saya bisa cetak gol. Ini buah kerjasama tim yang bagus.”

Mungkin bagi beberapa orang, ini adalah ucapan yang biasa saja. Namun, tidak bagi saya. Kalau boleh saya meminjam istilah dari pak Mars, ini adalah ucapan yang antibiasa.

Seperti yang sering kita tahu, ketika seseorang meraih kesuksesan, dia pasti akan sangat bahagia. Tak jarang karena saking gembiranya, dia lupa terhadap sisi religiusnya. Sebagai contoh, “Saya gembira bisa mencetak gol bla bla bla …,” “Kami bisa menang karena kerja keras bla bla bla …,” atau ucapan-ucapan lainnya yang tak jarang dilontarkan oleh para pemain bintang dari liga Eropa.

Padahal bukankah hasil tersebut telah ditakdirkan oleh Yang Maha Pencipta? Dia Mahatahu bahwa kemenangan itu akan berpihak kepada siapa, jauh sebelum pertandingan dimulai. Bahkan, kemenangan itu adalah 100% “rekayasa”-Nya.

Tampaknya El Loco (julukan Gonzales) menyadarinya dan hal itu tercermin dari ucapannya yang diawali dengan mengucap hamdalah, pujian kepada Allah Rabb semesta alam. Inilah wujud ketawadukan yang tampak secara lahiriah (adapun sisi batin, hanya Allah yang paling tahu).

Nah, adapun sisi selanjutnya adalah usaha keras. Walaupun telah dipahami bahwa segalanya adalah atas kehendak Yang Mahakuasa, tapi bukan berarti kemudian manusia lantas duduk pasrah menanti kemenangan dari Allah. Segalanya perlu doa dan usaha, karena pada hakikatnya doa dan usaha itu sebenarnya adalah bagian dari takdir-Nya pula.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d: 11).

Ayat di atas adalah bukti bahwa faktor doa dan usaha adalah penentu perubahan. Dan tampaknya buah usaha keras (dan disertai doa) dari timnas merah putih adalah kemenangan semalam. Latihan yang rutin, menjaga kedisiplinan (bahkan ada salah satu personel yang notabene pengantin baru, rela menunda bulan madunya), dan mengatur strategi yang mantap, adalah faktor yang berdampak sistemik terhadap keberhasilan itu. Di lapangan, mereka bermain apik.
Bicara tentang permainan apik, saya teringat dengan permainan Irfan Bachdim. Lelaki kelahiran Amsterdam ini berhasil mencuri hati banyak orang, baik dari sisi permainan maupun sisi paras wajahnya.πŸ˜€

Tak heran karena bila dirunut, dia adalah pemuda jebolan sekolah sepakbola Ajax Amsterdam. Dan seperti kita tahu, dari klub itulah terlahir pemain-pemain besar dunia. Permainan impresif pemuda itu pun semakin lengkap dengan sebuah gol yang dilesakkannya pada penghujung pertandingan.

Pada akhirnya, hendaknya kita jangan lantas tinggi hati terhadap kemenangan semalam. Apabila kita paham perihal konsep yang sedikit saya singgung pada pembahasan di atas, seharusnya justru kita harus semakin tawaduk dan menjaga kesalehan pribadi kita. Tak ada yang perlu dibanggakan, karena segalanya adalah karunia-Nya.

 

________

Sumber gambar dari Kompas.

Comments
9 Responses to “Religius dan Mencuri Hati”
  1. nh18 mengatakan:

    Betul …
    Semua adalah karunia NYA
    Dan saya pikir alangkah baiknya kalau kita mensyukuri apapun yang telah digariskannya …
    Sambil tidak pernah berhenti berusaha

    salam saya Mas Andi

    konklusi yang apik om… terima kasih

  2. melly mengatakan:

    Bener bgt mas, semua itu atas kehendak Allah..

    dan manusia tak punya daya apapun untuk mengubahnya…

  3. indra kh mengatakan:

    Saya juga sering kagum dengan pemain yang satu ini. Selebrasi yang ia tunjukkan dengan memberi isyarat telunjuk ke langit menurutnya adalah wujud dari rasa bersyukurnya bahwa gol yang Gonzales cetak karena ijin Allah. Termasuk nomor punggung 99 yang ia pilih di klub selama ini.

    Salam kenal, mas.

    wah terima kasih atas tambahan infonya, mas

  4. advertiyha mengatakan:

    Alhamdulillah… kita diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya kemenangan…
    tapi hendaknya setelah ini kita tidak terlena, tapi kembali menyusun strategi, membulatkan niat dan usaha dan kembali selalu menyempurnakannya dengan doa, agar kemenangan selalu dan selalu berpihak pada kita… amin…

    Bravo Garuda..!!!πŸ™‚πŸ™‚

    yaps, saya sepakat dengan pendapat, mbak..

  5. Pakde Cholik mengatakan:

    Kita kadang lupa bersyukur jika meraih kesuksesan, yang sering adalah langsung jingkrak-jingkrak,salaman sana-sini atau malah ada yang membazar nadar dengann jalan mundur keliling Jawa , cukur gundul, membuang celana ke laut dsb. Mengapa tak diganti dengan yang lebih positif misalnya memberi makan kaum duafa,dll.

    Bersykur dalam hati, secara lisan dan dengan tindakan nyata merupakan langkah yang terpuji.

    Semoga timnas sepakbola semakin lama semakin membaik.

    Salam hangat dari Surabaya

    betul dhe, kadang banyak orang yang niatnya baik, tapi cara mengamalkan niat tersebut masih kurang tepat dan keluar dari pedoman yang telah digariskan (agama)…

  6. anny mengatakan:

    Ajang pertandingan bola itu sungguh melahirkan inspirasi yang bermakna yaπŸ™‚
    Usaha, ikhtiar dan doa adalah komponen keberhasilan kita dimanapun juga ya

    yaps betul sekali, sebenernya konsep di atas harus ada dalam setiap lini kehidupan mbak… gak cuma dalam bola…

  7. Hafid Junaidi mengatakan:

    Lho, ternyata Gonzales itu muslim ya? Mualaf? Baru tau aq

    alhamdulillah dia sekarang muslim mas

  8. Akbar_BRDC mengatakan:

    Halo salam kenal ..
    bagus infonya di blognya ..
    btw suka nulis artikel tentang Bandung ?
    klo masih, share artikelnya di Citizen Journalism web kita yah ..
    Thx

  9. arikaka mengatakan:

    Alhamdulillah permainan timnas kita sudah makin bagus, namun alangkah baiknya lagi jika yang mengatur sepakbola A.K.A. PSSI bisa lebih bagus. amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: