Kisah Sosok Perempuan Perkasa

Pernahkah Anda berkunjung di kota Ngawi? Bila pernah, tahukah Anda di mana letak Stasiun Paron? Tahukah Anda bahwa dari kesibukan stasiun tersebut kemudian mengilhami sebuah puisi besar?

PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA

(Hartoyo Andangjaya)


Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka
ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah mereka
di atas roda-roda baja mereka berkendara
mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

_________

Tentunya Anda tidak asing membaca puisi di atas. Puisi ini sering didengungkan terutama ketika hari Kartini diperingati. Namun, tahukah Anda perihal siapa perempuan perkasa dalam puisi tersebut?

Dulu, dalam sebuah perkuliahan, kami pernah ditanya oleh dosen kami tentang siapa perempuan perkasa tersebut. Mayoritas kami menjawab bahwa yang dimaksud sebagai perempuan perkasa itu adalah ibu-ibu pedagang yang tiap pagi buta berangkat ke pasar kota. Tidak salah memang, tapi masih kurang lengkap.

 

Lebih lanjut dosen saya menjelaskan bahwa mereka adalah ibu-ibu pedagang dari Ngawi yang hendak menjual dagangannya di pasar Solo. Entah, pasar mana yang mereka tuju, saya lupa (dasar mahasiswa bandel, tidak mau menyimak dengan seksama penjelasan dosen). Tapi, berdasarkan perkiraan saya, kemungkinan besar tujuan mereka adalah Pasar Legi. Alasannya, pasar tersebut adalah salah satu pasar besar di Solo. Selain itu, pasar tersebut letaknya tak jauh dengan stasiun Balapan.

 

Kembali ke puisi. Dosen saya menjelaskan, puisi karya mendiang Hartoyo Andangjaya tersebut sebenarnya menggambarkan tentang para ibu yang tinggal di lereng gunung Lawu wilayah Ngawi. Betapa gigih perjuangan mereka sehingga harus berpagi-pagi buta berangkat ke stasiun Paron dengan membawa dagangannya yang memenuhi bakul. Mayoritas mereka menjual sayur segar dari pegunungan. Semua dagangan itu akan mereka jual di Solo.

 

Dengan memanfaatkan jasa transportasi kereta api lintas provinsi mereka bergegas menuju tujuan, yang tak lain adalah pasar. Karena merekalah, masyarakat Solo bisa mendapatkan sayur segar dari lereng Lawu secara mudah. Oleh karena itu, tak muluk-muluk bila mendiang Hartoyo Andangjaya menyebut mereka sebagai:

ibu-ibu berhati baja,

akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota

Secara langsung mereka telah membantu perekonomian keluarganya dan secara tak langsung mereka telah menghidupi lingkungan sekitarnya.

mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

 

________

Ilustrasi hasil jepretan Nandi. Maaf, ilustrasinya seharusnya sedang naik kereta api.

Comments
14 Responses to “Kisah Sosok Perempuan Perkasa”
  1. kyaine mengatakan:

    di pasar bringharjo yogya atau di pasar gede dan pasar legi solo banyak juga kita temui perempuan2 perkasa😛

  2. nakjaDimande mengatakan:

    ranah minang.. ranahnya perempuan
    perempuannya perkasa semua loh mas, suer!😀

    aku sering menyaksikannya di hari pekan (hari pasar)
    tiap Rabu dan Sabtu..

    mereka berjualan hasil kebun di pinggir jalan tanpa perlindungan apa2
    klo hujan maka mrk akan buru2 membereskan dagangannya..

    tapi memang begitulah mereka diciptakan, sekuat baja.

  3. Asop mengatakan:

    Begitu gigih.🙂

  4. nurrahman18 mengatakan:

    *jadi inget Ibu di rumah*

  5. nh18 mengatakan:

    Cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa …

    saya membaca berkali-kali kalimat ini …

    salam saya

  6. setyantocahyo mengatakan:

    Luar biasa mas…
    sungguh wanita wanita yang benar benar perkasa…..

  7. bolehngeblog mengatakan:

    ya itulah mereka…kadang keperkasaannya tidak dianggap lagi oleh kita

  8. edda mengatakan:

    jd inget waktu SMP,, prnh bawain ni puisi😀

  9. kakve-santi mengatakan:

    inilah yang patut diacungi jempol…!
    bukan orang2 yang kerjanya tidur saat rapat…

  10. Miguel Oliveraolivera mengatakan:

    puisi perempuan-perempuan perkasa diulis dalam buku apa?balas

  11. Miguel Oliveraolivera mengatakan:

    hartoyo andangjaya menulis ouisi perempuan- perempuan perkasa dalam buku judul apa?

  12. windu86 mengatakan:

    terima kasih, sangat bermanfaat bagi saya…

  13. sewa mobil jakarta mengatakan:

    Nice! I love you mom😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: