Hanya karena Sebuah Novel

Baru kemarin ketika menjelang Ramadhan saya akhirnya bisa membeli novel karya Tasaro yang berjudul Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan. Bisa dibilang saya termasuk telat, karena buku tersebut sebenarnya telah terbit dan beredar di pasaran cukup lama. Meski demikian, tak salah bila saya ingin berbagi sedikit kisah seputar pembacaan buku tersebut.

Membaca buku tebal karya Tasaro itu benar-benar membuat saya membuka kembali buku-buku agama yang saya miliki yang ternyata sering (hanya) tertata rapi di rak buku. Penulis seolah memaksa saya untuk mengecek ulang tiap-tiap fragmen dalam buku tersebut. Bukannya sok kritis, tapi karena buku itulah kemudian saya sering bertanya-tanya di dalam hati, “Haditsnya yang mana ya?”

Cukup beralasan, karena tokoh sentral yang dikisahkan dalam buku tersebut bukanlah sembarang orang. Dia adalah Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa salam. Otomatis, kita tak bisa menyamakannya dengan tokoh novel lainnya yang diadaptasi dari kisah nyata, seperti Ikal dalam Laskar Pelangi dan sebagainya. Mengisahkan kembali kehidupan Sang Utusan Allah memerlukan keakuratan dan kecermatan yang tinggi, karena salah sedikit saja bisa berbahaya. Oleh karena itu, pantas bila saya sering bertanya-tanya sendiri perihal haditsnya.

Seperti yang telah saya tulisan pada awal paragraf kedua, tiap fragmen cerita selalu memaksa saya untuk membuka kembali buku-buku agama yang sebenarnya masih sangat sedikit saya miliki. Mulai dari buku sirah (baca: siroh) nabi, kitab hadits (digital), beberapa buku fikih, hingga buku islami kontemporer. Semua itu hanya karena saya penasaran untuk mencari hadits atau keterangannya.

Nah, salah satu fragmen itu adalah kisah tentang hilangnya kalung Aisyah yang menjadi sebab turunnya ayat yang menjelaskan tentang tayamum. Saya sangat tertarik untuk mencari hadits tersebut, tapi tak juga saya temukan. Hingga tanpa sengaja, saya menemukan hadits yang menjelaskan tentang kejadian tersebut ketika saya sedang bekerja hari ini. Tepatnya, ketika saya sedang membaca kitab terjemah Ringkasan Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq. Berikut ini adalah redaksinya.

Aisyah mengisahkan, “Suatu ketika, kami bepergian bersama Nabi. Ketika kami sampai di sebuah padang pasir, tiba-tiba kalungku hilang. Rasulullah pun berhenti untuk mencarinya, begitu pula para shahabat yang ikut serta bersamanya. Padahal mereka berada di tempat yang tidak ada air, dan juga tidak membawa bekal air.

Orang-orang tersebut lantas menemui Abu Bakar (ayah Aisyah) dan menghardiknya, ‘Tidakkah kamu lihat apa yang telah diperbuat Aisyah?’

Abu Bakar lantas datang ke tempat kami ketika Nabi sedang tertidur di pahaku. Dia mencelaku dan menekan pinggulku dengan tangannya. Tidak ada yang mencegahku bergerak kecuali karena Nabi yang sedang tidur di pahaku. Nabi tetap tertidur hingga pagi hari tanpa punya persediaan air sedikit pun. Maka, Allah pun menurunkan ayat tayamum (yaitu, surat Al-Maidah ayat 6)’.”

Dan satu hadits lagi.

“Aisyah telah meminjam kalung Asma’, tapi kemudian hilang. Rasulullah kemudian mengutus beberapa orang shahabatnya untuk mencarinya. Hingga ketika waktu shalat tiba, mereka shalat tanpa wudhu. Sesudah itu, mereka menemui Nabi untuk mengadukannya. Maka, turunlah ayat tayamum.” (HR Muslim).

Setidaknya dari novel tebal karya Tasaro tersebut, saya menemukan banyak manfaat. Yaitu, ajakan untuk kembali mempelajari Islam dan sejarahnya, sejarah kehidupan Nabi, dan fikih-fikih Islam. Adapun dalam dunia sastra, semoga novel tersebut dapat semakin memperkaya khazanah kesastraan Indonesia.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda membacanya?

____________

Gambar hasil jepretan Nandi di teras rumahnya.

Comments
7 Responses to “Hanya karena Sebuah Novel”
  1. nurrahman18 mengatakan:

    sudah, hehehe..serasa membaca sirah nabi, plus cerita tentang Kashva dan Astu🙂

  2. nh18 mengatakan:

    Belum … saya belum punya buku itu …

    Terima kasih referensinya mas Andi

    Salam saya

  3. Bali Property mengatakan:

    belum, saya belum memilikinya,
    tapi bener tuh, memang penting mempelajari sejarah islam dan fiqih-fiqih islam.
    Bali Villas Bali Villa

  4. Catatan SederhaNa mengatakan:

    menarik…
    terusin dunk reviewnya😀

  5. nh18 mengatakan:

    MAs Andi …
    Mohon Maaf Lahir Bathin ya Mas

    bagaimana kabarnya ?
    sehat semua toh ?

    salam saya

Trackbacks
Check out what others are saying...


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: