Bahasa Indonesia Miskin?

Sering saya mendengar orang yang berkata, “Bahasa Indonesia itu miskin kosakata ya. Buktinya, banyak kosakata Indonesia yang mengambil dari bahasa asing.” Setiap mendengar perkataan demikian, saya selalu menanggapinya dengan tersenyum dan balik bertanya, “Bila memang miskin, seharusnya Anda bisa lebih mudah menguasainya kan? Tentunya Anda akan lebih mudah mempraktikkan perihal berbahasa yang baik dan benar dalam ranah tulis atau lisan.”

Padahal kenyataannya nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam setiap ujian akhir selalu saja berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Maaf, pernyataan ini adalah subjektivitas saya. Setidaknya saya berkali-kali memberikan les privat Bahasa Indonesia kepada beberapa anak dengan alasan karena si anak kesulitan mempelajari pelajaran tersebut (lha iya, kalau tidak kesulitan kenapa harus les??).

Lantas, permasalahannya berada di mana? Kenapa bisa demikian?

Semua itu bermuara pada diri kita masing-masing dalam menyikapi bahasa. Ketika menganggap bahwa bahasa Indonesia itu minim kosakata, kenapa justru kita tidak termotivasi untuk memperkayanya? Cobalah contoh sosok Chairil Anwar perihal sumbangsihnya terhadap bahasa Indonesia. Melalui karya-karyanya, dia bisa memperkaya khazanah kebahasaan dan kesastraan Indonesia.

Apabila ada yang berkata, “Saya tidak sehebat Chairil dalam hal sumbangsing bahasa dan saya pun bukan munsyi.” Jika demikian cukup paktikkanlah penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan pengetahuan Anda, terutama ketika berada dalam konteks formal. Selain itu, jangan enggan untuk mempelajarinya.

Di samping itu, tidak ada istilah unggul dan tidak unggul dalam perihal bahasa (di luar konteks agama). Semua bahasa memiliki kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, saya tak terlalu mengambil pusing bila ada orang yang mengatakan perihal miskinnya kosakata asli bahasa Indonesia. Toh meskipun demikian bahasa Indonesia masih tetap asyik untuk dipelajari.

_________

Ilustrasi hasil jepretan Nandi, entah di mana TKP-nya belum saya konfirmasi. Walau agak tidak berhubungan dengan tulisan, tapi mungkin bisa menjadi contoh praktik pemakaian bahasa tulis yang … ehem … tahu sendiri lah ….

maksudnya apa?

maksudnya apa?

Comments
15 Responses to “Bahasa Indonesia Miskin?”
  1. nurrahman mengatakan:

    wah saya dapat pertamaxx lagi…saya juga mulai merasa sesungguhnya saya masih miskin berbahasa indonesia kang, sejauh ini.πŸ™‚

    _________
    masdeewee njawab:
    iya mas, mumpung pertamax masih murah dan mudah di sini…πŸ™‚
    mari kita pelajari mas…

  2. Asop mengatakan:

    Saya ngakak lihat fotonya…. “Tupang”?? Apa itu??πŸ˜†πŸ˜†

    Kata siapa kosakata Indonesia miskin? Banyak kok padanan kata serapan asing dalam bahasa indonesia tulen. Hanya saya orang yang ngomong begitu yang belum mau mencari.πŸ˜‰

    _______
    masdeewee njawab:
    betul mas

    • Asop mengatakan:

      Kalo mau tahu penggunaan bahasa Indonesia lebih baik lagi, baca KOMPAS setiap hari Jumat, di halaman 15 (ato di bagian belakang bagian utama). Ada rubrik “Bahasa” yang menarik untuk dicermati.πŸ™‚

      ________
      masdeewee njawab:
      sebenarnya tidak hanya KOMPAS yang menyajikan pembahasan tentang bahasa. masih banyak media lainnya yang juga tidak kalah asyik untuk dinikmati.πŸ˜‰

  3. nakjaDimande mengatakan:

    setuju mas, tidak ada unggul dan tidak unggul perihal bahasa

    semoga tak lagi ada yang memandang rendah pada suatu kaum, hanya karena beranggapan bahasa yang mereka gunakan lebih rendah dari kaum yang lain.

    menurut bundo bahasa itu luhur atau tidaknya tergantung pada ketulusan saat mengucapkannya.

    _________
    masdeewee njawab:
    hehehe … ilmu ini saya dapat ketika mengikuti sebuah seminar nasional yang salah satu pembicaranya adalah pak Ahmad Tohari, beberapa tahun yang lalu.

  4. Catatan SederhaNa mengatakan:

    bgitu lihat gambarnya langsung bikin ketawa banterr ,hahahaha….
    tupang,tempel…kayaknya 2 kata ini bakal keinget terus kl berkunjung lagi di sini:mrgreen:
    “tupang tempel ban 24 jam”
    “tupang tempel ban 24 jam”
    hehehe….

    _________
    masdeewee njawab:
    jadi kalau menggambarkan diri saya dalam tiga kata (ala pak NH), jawabannya “tupang, tempel, ban” ya mas…πŸ˜†

  5. ndz is nandi mengatakan:

    itu di sumatra mas…
    kalo ga salah daerah utara riau pas saya perjalanan ke sumatra utara.
    wah, disana lebih mawut lagi. macem2 bahasanya.
    yang parah campuran bahasa jawa dari segala penjuru jawa dicampur dengan bahasa batak dengan logat orang sana tentunya..πŸ˜€

    _________
    masdeewee njawab:
    jadi keinget Pekanbaru Riau … kapan bisa ke sana lagi ya …

  6. nh18 mengatakan:

    Melihat fotonya ?
    mmm itu mungkin namanya Mis-spelling …
    hehehehe

    Benar sekali …
    Bahasa adalah alat penyampai pokok pikiran …
    tidak ada istilah unggul dan tidak unggul dalam perihal bahasa
    Yang ada … Jelas atau Tidak Jelas …

    Salam saya Mas Andi

    _________
    masdeewee njawab:
    betul, yang ada jelas dan tidak jelas serta sampai dan tidak sampai pesan yang dikandungnya ….

  7. Thomas mengatakan:

    Hmmmh,, ya,, tapi memang secara kenyataannya, compared to english, or bahkan arabic,, bahasa indonesia terbilang kurang kaya,, tapi aku tetap cinta apa pun yang terjadiπŸ™‚

    _________
    masdeewee njawab:
    seharusnya memang seperti ituπŸ™‚

  8. Edison mengatakan:

    Mungkin dibandingkan dengan bahasa daerah (misal sunda atau jawa) ada kemungkinan kosa kata indonesia kalah,, seperti di sunda,, kata makan saja bisa memiliki banyak kata bergantung pada kepada siapa kita berbicara,,

  9. lestarikan bahasa indonesia

  10. goda-gado mengatakan:

    tapi memang bahasa Indonesia miskin…
    itu pendapat sy sebagai mahasiswa sastra
    penerjemahannya sering miss dr aslinya atau ga pas

  11. Felis Busana mengatakan:

    Gak penting miskin ato engga, yang penting ke efektifannya.

  12. Kebenaran mengatakan:

    Jangan dikira bahasa Inggris itu kaya akan kosakata. Bahasa Inggris banyak menyerap kata dari bahasa Latin dan Prancis. Lihat ni http://en.wikipedia.org/wiki/Lists_of_English_loanwords_by_country_or_language_of_origin

    Bahasa kita miskin karena belum setua bahasa Inggris. Benar kata Anda bahwa kita harus turut memperkaya dan membakukannya agar bahasa kita semakin kaya dan terstruktur. Kita dapat memperkayanya dengan mengenalkan istilah baru yang mulanya tidak ada menjadi ada dengan menggabungkan istilah-istilah yang sudah ada dan menjadikannya satu kata.

    Misal:
    modification = ubahsuai, terdiri dari kata ‘ubah’ dan ‘sesuai’
    capital = ibukota, terdiri dari kata ‘ibu’ dan ‘kota’
    sport = olahraga, terdiri dari kata ‘olah’ dan ‘raga’
    glasses = kacamata, terdiri dari kata ‘kaca’ dan ‘mata’
    dll

    Dan jika memang sulit untuk menerjemahkan suatu istilah asing, tidak ada salahnya kita serap kata tersebut menjadi bahasa Indonesia. Bahasa mana pun di dunia tidak akan pernah bisa menghindar dari pengaruh asing yang saling memberikan manfaat dengan bahasa tersebut dengan saling memberikan kosakata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: