Pekik Merdeka di Tengah Puasa

Kepada Anda yang saya hormati,

Bertepatan pada bulan Ramadhan ini ada satu hari spesial bagi masyarakat Indonesia. Hari yang sangat bersejarah karena pada 65 tahun yang lalu nusantara memperoleh hak merdekanya yang selama ratusan tahun direnggut oleh para penjajah. Sontak gegap gempita membahana di pelosok negeri. Dan sejak saat itu, pada tiap tahunnya rakyat Indonesia tak pernah alpa dalam memperingatinya.

Tak terkecuali kini. Hanya saja, merdeka itu sedikit demi sedikit mulai dikebiri. Mulai dari kebiri tarif dasar listrik yang makin meninggi sejak awal Juli. Berlanjut dengan kebiri dalam hal keselamatan rumah tangga karena muncul teror bom baru berupa ledakan tabung gas elpiji. Bahkan demi merasakan rasa pedas pun rakyat harus sedikit lebih gigit jari. Karena satu butir cabe rawit kini sepadan dengan harga sebutir permen, yaitu Rp. 100,00.

Semua makin ruwet dan menumpuk karena permasalahan lama tak juga kunjung tuntas. Lihatlah Porong Sidoarjo yang tetap saja berbentuk lautan lumpur. Lantas dengarlah ratapan para TKI di negeri tetangga yang konon katanya mereka mendapat gelar pahlawan devisa negara. Dan angka pengangguran yang (masih katanya juga) mencapai 10%. Sedangkan di atas semua itu, korupsi tetap menggila. Dan kursi-kursi yang telah Anda duduki tetap menjadi pokok pembahasan penting bagi Anda.

Meski demikian, seperti biasa, rakyat tetap antusias memekikkan kata merdeka. Bahkan rencananya, beberapa anak yang belum mencapai usia balig pun rela dengan suka cita memekikkan gaung merdeka di puncak salah satu arga. Padahal pada hakikatnya mereka kini sedang berpuasa menahan diri dari hal yang seharusnya diperbolehkan.

Lantas semua kembali kepada Anda. Seberapa jauh Anda merealisasikan pekik merdeka itu.

____________

Foto hasil jepretan Nandi.

Comments
3 Responses to “Pekik Merdeka di Tengah Puasa”
  1. nurrahman18 mengatakan:

    merdekanya pejabat orang kaya sama rakyat biasa adalah berbeda

  2. FiiYaa mengatakan:

    Merdekaaaa!
    semoga rakyat negeri ini juga MERDEKA..

  3. nh18 mengatakan:

    Merdeka …
    Realisasinya …
    Mungkin dengan menulis apa yang mau saya tulis …
    Namun tetap dalam koridor yang benar … bertanggung jawab … didasari Fakta dan …. Tidak tendensius atau “beragenda” lain …

    Salam saya Mas Andi …

    (nandi ini memang keren sekali menangkap momentum …)(Lihat busaian debunya … eksotis sekali weiceh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: