Pergantian Wasit

Meski agak telat, tapi semoga masih belum basi. Kali ini kita akan membahas sedikit tentang sepakbola Indonesia. Akan saya awali dengan pengalaman saya. Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih berstatus mahasiswa S1, ada salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di fakultas saya yang mengadakan lomba sepakbola indoor (tapi bukan futsal) antar program studi. Dan kebetulan, saya adalah salah satu panitia dalam lomba tersebut.

Parahnya, tugas panitia selain mengurus tetek bengek lomba tersebut juga harus mau ditugaskan menjadi wasit. Nah, oleh karena itu wasit yang memimpin jalannya pertandingan pun sama sekali tidak memenuhi standar.

Nah, langsung menuju cerita. Ketika program studi saya bertanding melawan program studi lain, pertandingan tersebut dipimpin seorang wasit dan seorang hakim garis. Kebetulan, hakim garisnya adalah seorang teman yang memiliki penyakit rabun jauh dan kurang begitu paham dengan peraturan sepakbola. Ini masih ditambah dengan dia yang bertubuh kecil dan (nuwun sewu) ingah-ingih sehingga hanya dengan sekali bentak sangat dimungkinkan langsung mengkeret.

Dan akhirnya apa yang dikhawatirkan terjadi. Pertandingan memanas. Entah mengapa, tiba-tiba seorang pemain dari kubu lawan berteriak di sampingnya, “Woi sit!!!” Dan serta merta teman saya yang kecil itu langsung melambaikan bendera yang dipegangnya. Wasit yang melihat isyarat tersebut pun segera meniup peluitnya. Priiiit… dan pertandingan terhenti.

Rekan satu tim saya yang merasa tidak melakukan apa-apa pun langsung memprotes sang hakim garis malang itu. Perang mulut pun terjadi. Hakim garis langsung bingung. Berkali-kali rekan setim saya membentaknya, “Salahku opo sit (Apa salahku sit)?” Dia yang mendapat hujan pertanyaan itu pun semakin mengkeret.

Wasit utama pun segera turun tangan. Dia melerai perang mulut kedua kubu. Namun, apa daya semua rekan satu tim saya tetap membentak sang hakim garis. Maka, entah karena apa, tiba-tiba sang hakim garis mengambil bola dan melemparkannya ke atas sebagai isyarat jump ball sambil menyingkir dari lapangan.

Yang terjadi selanjutnya pun semua orang yang berada di lapangan kebingungan. Bahkan wasit utama juga bingung. Namun, berbeda dengan para penonton, mereka malah sontak tertawa terbahak-bahak. Melihat kejadian ini wasit utama segera mengambil tindakan. Dia memberikan isyarat pergantian dan menunjuk kepada saya.

Ketika itu, saya berstatus sebagai pemain cadangan. Saya pun bingung dengan isyarat wasit. Hingga dia mendekati saya dan berkata, “Tolong jadi hakim garis.”

“Aku mas?!” tanya saya sambil terkejut.

“Iya, masalahnya panitia yang lain sedang sibuk kuliah semua,” jawabnya.

Weleh ternyata isyarat tadi adalah isyarat pergantian wasit. Semua teman saya pun langsung tertawa. Mereka lantas berseloroh ringan, “Ndi, awas ra mbok menangke (Ndi, awas tidak kamu menangkan tim kita).” Walaupun akhirnya tim kami kalah dalam adu penalti.

Alhamdulillah, hingga pertandingan berakhir tak ada kejadian apapun.

________

Nah, lantas ada hubungan apa dengan apa yang kita bahas kali ini?

Tidak jauh beda. Mengenai pergantian wasit juga. Beberapa hari yang lalu, telah berlangsung pertandingan sepakbola di Manahan Solo antara dua tim kenamaan Indonesia. Tak perlu saya sebut, saya rasa Anda tahu tim mana yang bertanding itu.

Diberitakan bahwa di tengah jeda pertandingan tersebut tiba-tiba muncul oknum yang meminta agar wasit yang memimpin pertandingan diganti. Nah, bedanya dengan kisah saya adalah wasit yang digugat itu adalah seorang wasit profesional yang konon katanya telah mengantongi lisensi FIFA. Dan usut punya usut, baru dialah wasit Indonesia yang mengantongi lisensi kelas wahid itu.

Ealah kok ya ndilalahnya lagi, oknum yang meminta pergantian wasit itu adalah orang yang cukup berpangkat dalam sebuah instansi kenamaan Indonesia. Sehingga, karena permintaan itu jeda pertandingan pun molor hingga melebihi batas normal.

Hehehe… dalam kesempatan ini saya tak hendak mengkritisi ataupun apalah istilahnya perihal kejadian tersebut, karena saya sendiri tak menonton secara langsung jalannya pertandingan. Dan saya bukanlah pengamat sepakbola. Saya hanya tiba-tiba teringat kejadian yang saya alami beberapa tahun lalu ketika membaca berita tersebut.

Sepakbola memang asyik … tapi kadang berbahaya juga.😉

Comments
4 Responses to “Pergantian Wasit”
  1. setyantocahyo mengatakan:

    itulah potret persepak bolaan indonesia…, prestasi tidak.., tapi gegeran jalan terus….hehe…maaf…

  2. bolehngeblog mengatakan:

    ya mau gimana lagi…

  3. katakatalina mengatakan:

    waduh…bingung jadinya mw comment apa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: