Keluarga Besar Puisi

gue & bala kurawa

Pada dasarnya, ketika kita membicarakan gurindam, pantun, seloka, syair, dan soneta maka kita sedang membicarakan tentang puisi. Sehingga anggapan bahwa terdapat perbedaan antara puisi dan gurindam, pantun, syair, dll perlu diluruskan. Oleh karena itu, jika dipermisalkan maka puisi adalah ibarat sebuah keluarga besar yang di dalamnya terdapat gurindam, pantun, syair, soneta, dan puisi itu sendiri (yang dikenal oleh masyarakat pada umumnya).

Tentunya setiap individu di dalam keluarga itu memiliki kekhasan masing-masing yang membedakan antara satu dengan yang lain. Sehingga kemudian muncullah tiga istilah baru untuk membedakan keluarga puisi itu secara umum. Tiga kubu itu bernama puisi lama, puisi baru, dan puisi modern. Pengklasifikasian ini bertujuan untuk mempermudah para penikmat sastra (khususnya puisi) dalam membedakan puisi.

Puisi lama adalah puisi yang masih kental dengan unsur Melayu. Puisi jenis ini adalah peninggalan sastra Melayu lama. Jika ditilik dari waktunya, puisi jenis ini diciptakan pada masa prapujangga baru (ada yang menyebutnya dengan sebutan pujangga lama). Adapun jenis-jenis puisi (yang diciptakan oleh pujangga) lama antara lain, gurindam, pantun, syair, dan sebagainya.

Sedangkan puisi baru sebenarnya tidak jauh berbeda dengan puisi modern. Bahkan, ada yang menggabungkan antara puisi baru dengan modern sehingga hanya ada dua klasifikasi besar. Meski demikian, puisi baru muncul pada masa penjajahan dan banyak dipengaruhi oleh sastra Eropa. Salah satu contoh puisi baru yang tak asing adalah soneta.

Terakhir, puisi modern. Puisi modern mulai dikenal baru-baru ini, ketika Indonesia mulai merasakan masa kemerdekaan.

Lantas, apa yang membedakan ketiganya? Sekali lagi perlu diingat bahwa klasifikasi di atas muncul dengan tujuan untuk mempermudah khalayak dalam memahami puisi. Puisi lama, disebut demikian karena dalam penciptaannya masih terikat dengan aturan-aturan (pakem) tertentu yang sangat kental dengan sastra Melayu lama. Mulai dari persajakan, jumlah baris dalam satu bait, adanya unsur sampiran dan isi, dan sebagainya.

Puisi baru. Sebenarnya hampir sama dengan puisi modern. Hanya saja yang membedakan keduanya adalah periode penciptaannya. Puisi baru adalah puisi pascapuisi lama, sedangkan puisi modern adalah puisi yang muncul pada masa pascakemerdekaan hingga sekarang.

Meski demikian, puisi baru juga dipengaruhi oleh sastra Eropa. Sebagai contoh, soneta. Sedangkan puisi modern bersifat bebas tanpa terikat oleh pakem apapun dan pengaruh dari sastra manapun.

Demikian sekilas tentang pembahasan keluarga besar puisi. Sepertinya belum menjawab pertanyaan Pak NH secara komplit mengenai perbedaan mendasar antara: gurindam, pantun, seloka, dan puisi. Saya sengaja tidak menitikberatkan pada ciri-ciri karya sastra tersebut, karena saya rasa untuk ciri-cirinya bisa didapatkan melalui mesin pencari google.


Maaf, pembahasan ini tidak saya lengkapi dengan kajian teoretis sehingga sangat dimungkinkan subjektivitas saya pribadi sangat dominan.

___________

Keterangan gambar: bingung mau cari ilustrasi apa.  Akhirnya saya masukkan foto keluarga besar mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS angkatan 2008 ketika melakukan kunjungan di Balai Bahasa Yogyakarta. Coba tebak, saya ada di mana? gaknyambung[dot]com

Comments
10 Responses to “Keluarga Besar Puisi”
  1. Andi mengatakan:

    kayaknya dari sekian banyak mahasiswa yang terpampang dalam foto, hanya saya yang belum lulus….😦

  2. nh18 mengatakan:

    Ini pengibaratan atau analogi yang sangat jelas sekali Mas Andy …
    Sekarang saya mengerti mengenai hal tersebut …

    Mengenai pertanyaan mas andi … Mas Andi yang mana di foto tersebut … ?
    Aaahhh itu mudah sekali …
    Berdiri … dibelakang … yang paling kiri … (jika kita menghadap Foto …)

    Salam Saya Mas Andi …

    _________
    masdeewee njawab:
    aiiih… ternyata semudah itu menemukanku

  3. wahwah,,,,rame banget….

    ________
    masdeewee njawab:
    iya mas, memang rame…

  4. nakjaDimande mengatakan:

    makasi atas pelajaran hari ini Mas Andi.

    Dari sekian mahasiswa.. yang belum lulus dan jenggotan adalah yang paling kiri belakang😛
    **bentar lagi lulus cumlaude

    ________
    masdeewee njawab:
    amiiin…. Ya Allah kabulkanlah doa bundo…

  5. karzanik mengatakan:

    saya jadi teringat kembali masa kuliah dulu mas…..tentang ragam puisi yang diterangkan oleh bapak dosen…..

    ________
    masdeewee njawab:
    alhamdulillah bila bisa mengingatkan kembali…

  6. TUKANG CoLoNG mengatakan:

    Senang membaca ulasan tentang puisi. dibahas secara garis besar namun mengena, mencakup semuanya

    ________
    masdeewee njawab:
    terima kasih atas apresiasinya

  7. sunarnosahlan mengatakan:

    kalau puisi saya termasuk nggak Mas Andi? atau malah tak jelas

    _________
    masdeewee njawab:
    ya termasuk dalam keluarga besar puisi lah….

  8. yustha tt mengatakan:

    makasi…makasi infonya mas…
    Sampai sekarang di melayu sana masih ada adat berbalas pantun ya. Semoga terus dipertahankan biar gk ilang… Hehe…

    _________
    masdeewee njawab:
    adat berbalas pantun adalah warisan luhur para pendahulu kita yang layak untuk dilestarikan. tidak hanya di melayu saja, lho mbak. buktinya, betawi juga kan ada adat seperti itu….

  9. nurmaini mengatakan:

    ya allah aku sedih tinggal orang tua-ku
    ejak kecil-hingga besar
    tapi aku masih bisa diurus oleh bapak ku,kakakku&ibu tiri ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: