Pulang ke Solo Membawa …

Sori, jane mau kowe arep tak tukokne oleh-oleh, tapi ndilalah tokone tutup. Kapan-kapan wae ya (Maaf, sebenernya tadi kamu mau saya belikan oleh-oleh, tapi ternyata tokonya tutup. Lain waktu saja ya).”

Demikian pesan singkat yang saya kirimkan kepada seorang teman ketika dalam perjalanan pulang menuju Solo. Mungkin dia kecewa membaca SMS tersebut, tapi mau bagaimana lagi, kenyataannya memang seperti itu. Beberapa hari di lereng Sumbing benar-benar membuat saya tak bisa berkutik.

Mulai dari banyaknya tamu yang hadir tiap hari (bahkan sampai upacara aqiqah usai) sampai mencuci pakaian si kecil dan ayah ibunya. Nah, khusus untuk poin terakhir harus saya garis bawahi. Yaitu, mencuci atau bahasa kerennya umbah-umbah.

Sebuah aktivitas harian yang biasa memang. Ketika pakaian kotor telah menggunung dan stok pakaian bersih makin menipis, maka umbah-umbah menjadi sebuah keniscayaan. Tapi akan berbeda bila aktivitas tersebut terjadi ketika diimbuhi dengan 2 variabel. Variabel pertama, ketika ditambah dengan kehadiran seorang anak balita. Variabel kedua, ketika terjadi di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Setidaknya inilah yang saya rasakan.

Alhamdulillah, sejak hadirnya seorang anak, kami seolah diberi pelajaran oleh Yang Maha Pencipta untuk menjadi lebih giat. Bayangkan, ketika siang, si kecil lebih sering tidur. Dan ketika malam, si kecil lebih memilih untuk banyak terjaga. Ini masih ditambah lagi kebutuhan si kecil terhadap pakaian sangatlah tinggi sehingga umbah-umbah menjadi rutinitas harian terbaru kami.

Tidak cukup sampai di situ saja. Penempaan tersebut masih ditambah dengan faktor geografis, kami tinggal di lereng Sumbing yang berhawa dingin. Sekali lagi coba bayangkan, ketika umbah-umbah harus saya lakukan selepas Magrib. Hawa dingin, kadang ditambah dengan gerimis atau hujan. Suhu air yang digunakan juga lain dari suhu air di daerah dataran rendah. Dan ndilalah, kami umbah-umbah secara manual di belakang rumah yang tanpa dilengkapi atap.

Ealah kok kebetulan juga saya adalah orang yang lahir dan besar di daerah dataran rendah yang sangat akrab dengan hawa panas. Maka, faktor ketahanan tubuh sangat berpengaruh. Jika tidak tahan, maka berbagai sakit pun mengancam diri saya. Dan lagi-lagi kebetulan, saya (mungkin) diberi batas ketahanan tubuh oleh Sang Khalik di bawah standar yang berlaku di daerah lereng Sumbing. Sehingga sakit pun menyerang saya.

Awak nggreges (tubuh panas dingin), weteng mules (perut mulas), sirah mumet (kepala pusing), dan berbagai gejala lainnya tiba-tiba menyerang saya sehingga membuat saya tepar. Sehingga terpaksa saya diliburkan dari aktivitas umbah-umbah. Sebenarnya, saya kasihan dengan istri saya, karena otomatis kini tinggal dialah yang melakukan aktivitas tersebut. Padahal selain umbah-umbah masih ada banyak aktivitas keibuan yang juga baru saja dia sandang, seperti menyusui. Tapi, apa mau dikata, takdir Allah berkata demikian.

***

Singkat cerita, hingga detik ini saya telah berada di Solo, cobaan sakit dari Allah itu masih bertahan. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin dolan ke rumah saya, berhati-hatilah. Karena, saya membawa virus flu varian dataran tinggi yang jarang ditemukan di dataran rendah halah. Jika penasaran ingin tahu, silakan berkunjung saja, tapi risiko ditanggung penumpang ….😉

“Seorang mukmin yang sakit, ia tidak mendapatkan pahala dari sakitnya. Namun, diampuni dosa-dosanya” (HR Thabrani).

NB: ternyata menulis dalam keadaan tidak enak badan itu benar-benar sulit. Jadi, mohon maaf bila tulisan ini terkesan amburadul.

__________

Nandi pas nggak bisa tidur terus kumatlah penyakit lamanya, keluyuran. Padahal waktu itu saya adalah penanggung jawab kos. Tapi ternyata keluyurannya masih positif sih menurut saya. Dan salah satu hasil keluyuran itu adalah foto di atas.

Comments
12 Responses to “Pulang ke Solo Membawa …”
  1. nurrahman mengatakan:

    ah senangnya membaca ceritamu sore ini kang..jadi kangen solo, inget masih sakit, campur aduklah…:D, hehehe, btw si kecil namanya siapa jadinya? hehe
    cepet sembuh kang….ane juga malah jadi bengkak2 wajahnya, habis operasi (lagi) semalem😀

    ________
    masdeewee njawab:
    cukup panggil si kecil dengan nama Faris.😉
    weleh kok masih operasi wae ya… oke, kita saling mendoakan ya kang…

  2. Irawan mengatakan:

    Biar badan dingin dan harus mencuci yang penting hati gembira

    ________
    masdeewee njawab:
    betul mas, hati tetap seneng…

  3. Nur Ali Muchtar mengatakan:

    wah, nemu hadits yang saya cari-cari. kebetulan saya juga lagi tak asik badan. thx tuk sharenya

    ____________
    masdeewee njawab:
    sama2 mas…

  4. setyantocahyo mengatakan:

    sebagai bapak muda…
    tentu merupakan sebuah pengalaman baru…yang kan terus teringat sampai akhir hayat…
    indah sekali mas…percayalah…

    ___________
    masdeewee njawab:
    terima kasih banyak atas wejangannya pak

  5. nakjaDimande mengatakan:

    cepat pulih mas Andi.
    hmm, sebentar lagi kota solo kedatangan penghuni baru ya🙂

    ___________
    masdeewee njawab:
    amin

  6. sunarnosahlan mengatakan:

    alhamdulillah, anak lanang wis duwe jeneng, kebiasaan melek karena anak kita yang baru lahir adalah sesuatu yang alamiah, nanti juga terbiasa

    ___________
    masdeewee njawab:
    insya Allah pak, pasti akan terbiasa

  7. ndz mengatakan:

    namanya siapa mas?

    _________
    masdeewee njawab:
    namanya Faris

  8. nh18 mengatakan:

    Mas Andi …
    Semoga Cepat Sembuh …

    Semoga sehat juga untuk Sang Bayi Lanang dan Ibunya …

    Salam saya

  9. miyosi chan mengatakan:

    assalamu’alaikum

    mohon maaf lahir batin, mohon maaf dari sgala khilaf baik yg disengaja maupun tidak, smoga ramadhan kali ini penuh berkah, aminnn

    miyosi dan keluarga😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: