Mengabadikan Sumbing

dari jendela

Aku masih saja terkagum-kagum dengan pemandangan di depan pandanganku itu. Bagiku, ini adalah pemandangan yang sangat langka. Bagaimana mungkin, cukup hanya dengan membuka jendela kamar di pagi hari maka tampaklah gunung yang berdiri kokoh.

Padahal di tanah kelahiranku, aku tak pernah melihat yang seperti ini. Ketika kau buka jendela, alih-alih indah gunung justru tampaklah tembok-tembok angkuh yang menghalangi pandangan.

Belum selesai aku terkagum-kagum, kau malah berkata bahwa sebenarnya bila tak ada kabut maka sebenarnya kita bisa melihat dua gunung sekaligus. Katamu, tepat di samping kanan gunung itu ada satu gunung lagi yang tak kalah gagah. Amboi.

Tiba-tiba aku teringat dengan kamera digital yang sengaja kubawa dari rumah. Kamera milik seorang teman yang selalu saja kupinjam dengan berbagai alasan, entah untuk penelitian lah, kunjungan kerja lah, atau segudang alasan lainnya. Langsung kuambil kamera itu, kubidikkan lensanya, dan jepret jadilah gambar di atas.

Memang, bila dilihat tak ada unsur spesial dari foto tersebut. Bahkan kadang akan membosankan. Namun, bagiku foto itu menyimpan kenangan yang sangat indah. Setidaknya untukku dan semoga kau juga. Karena, itulah Sumbing. Di lerengnya sekarang kau berada.

Hai Rie, masihkah kau baca blog-ku dengan menggunakan HP-mu? Jika ya, jangan lupa komen lagi ya…😉

(Ah iya, baru teringat kalau pulsamu sudah habis. Selamat tidur.)

Solo, 22.30 WIB

Comments
10 Responses to “Mengabadikan Sumbing”
  1. nakjaDimande mengatakan:

    Dari semalam mau komeng, tapi ngga jadi
    mau nunggu Rie duluan.

    tapi ah, pagi ini mungkin Rie sedang sibuk sms-an dengan kekasihnya
    jadi biarkan bundo yang pertamax😀

    _______
    masdeewee njawab:
    santai saja bundo, Rie bukan penganut mazhab pertamax kok….😉

  2. sunarnosahlan mengatakan:

    Sumbing sudah lama tidak kulewati, karena aku pindah domisili

    ___________
    masdeewee njawab:
    kapan2 kita kopdar di Sumbing yuk pak….

  3. Ariyanti mengatakan:

    saya belom pernah ke sumbing… tapi saya tinggalnya di daerah gunung

    _________
    masdeewee njawab:
    masih mending mbak… saya daerah gunung saja tidak…. tapi tetep saya syukuri kok…😉

  4. Rie mengatakan:

    Tadi pagi Q juga masih liat indahNa sumbing dari jendela kamar.. Cukup lama kupandangi kokohNa gunung itu, hingga Q malas untuk beranjak.. Kenangan indah itu kembali menjelma dalam ingatanQ..

    _________
    masdeewee njawab:
    eh udah beli pulsa ya mbak… ato pake HP bapak??? xixixixi….

  5. Abid Famasya mengatakan:

    ah… kalau di tempatku, hal ini sudah menjadi pemandangan sehari2… bukannya sombong

    tapi kota saya emang kaya mangkok.. dimana2 gunung. hehe

    ________
    masdeewee njawab:
    disyukuri mas, karena itu adalah anugerah dari Allah…😉

  6. nh18 mengatakan:

    Saya lebih tertarik …
    Antenenya …

    hahaha …

    eniwei …
    saya tersenyum membaca becandaan kelian berdua …

    salam saya

    _________
    masdeewee njawab:
    antena yg tinggi untuk daerah di dataran tinggi🙂
    kita emang suka becanda kok pak ….

  7. sunflo mengatakan:

    adooh aku jadi ingat ma pak dheku yang tinggal di temanggung… nice, secara aq suka gunung n pegunungan… terkenang sejenak dengan sindoro-sumbing, salah satu gunung di jawa yang aku kagumi ^^

    _________
    masdeewee njawab:
    temanggungnya mana mbak? saya suka sekali makan di rumah makan sop buntut tenda biru di temanggung.

  8. ismi mengatakan:

    baru sekali melewati sumbing dulu waktu masih keciiiiil😛

    salam kenal😉

    ________
    masdeewee njawab:
    nostalgia aja mbak… ke sana lagi. pasti menyenangkan.😉

  9. kyaine mengatakan:

    sumbing yg gunung itu mmg layak diabadikan mas..
    **di RSUD kemarin ada spanduk bertuliskan operasi sumbing gratis << sumbing yg ini sengaja dihilangkan, bukan diabadikan🙂

    ________
    masdeewee njawab:
    weleh….😀

  10. wi3nd mengatakan:

    iyah sama ama om NH itu antenanya😀

    aku suda pernah kesumbing,setelah sebelumya sindoro,mreka berhadapan bukan?

    medan sumbing lebih susah dibanding sindoro,tapi pemandangannya *jempoll!*
    sungguh indah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: