Parade Eylekhan dan Mayemuk

Gara-gara sebuah komen dari pak nh18 maka saya pun mencoba menindaklanjuti komen tersebut menjadi satu tulisan ringan nan pendek berikut ini.

Dalam postingan sebelumnya yang berjudul Peran Belanda dalam Melestarikan Bahasa dan Sastra Jawa, ada satu komentar yang bertema OOT yang disampaikan oleh beliau. Kurang lebih, beliau mengatakan bahwa sejarah istilah eiylekhan yang kini menjadi personal identification-nya ternyata berawal dari seorang guru Bahasa Indonesia SMA.

Dikatakan bahwa sang guru yang ternyata telah mendoktrin beliau (piss pak ya) memiliki kebiasaan berbicara dengan logat ke-belanda-belanda-an. Dan kosakata yang mungkin sangat beliau ingat hingga sekarang adalah kata eiylekhan.

Dalam kesempatan ini saya tak hendak menyalahkan seorang pun. Justru saya ingin menunjukkan contoh serupa yang juga pernah diceritakan kepada saya.

Lain pak nh18, lain pula rekan satu kos saya. Diceritakan bahwa ketika duduk di bangku sekolah, rekan saya memiliki seorang guru bahasa Indonesia (juga) yang memiliki kebiasaan berucap kebarat-baratan. Bahkan, diceritakan bahwa sang guru tersebut selalu mendoktrin para muridnya untuk mengikuti apa yang beliau ucapkan. Dan salah satu kata yang selalu didoktrinkan itu adalah mayemuk, atau kalimat mayemuk.

Ternyata, doktrin itu benar-benar mengakar kuat di benaknya. Sampai-sampai kepercayaan itu dibawanya hingga duduk di bangku kuliah semester pertama. Hingga setelah mendapat pencerahan dari beberapa dosen bahasanya, kemudian ia bisa kembali pada jalan yang baik dan benar secara bahasa.

“Ada eiylekhan, ada mayemuk.”

Nah, rekan sekalian ada yang punya contoh serupa? Silakan ceritakan di sini.

Comments
6 Responses to “Parade Eylekhan dan Mayemuk”
  1. kyaine mengatakan:

    bos besar saya masih menggunakan bbrp istilah belanda mas. ia klo bicara, akhiran ‘kan’ akan dibunyikan ‘ken’, atau ketika nyebut kolega = kholekha,

    _______
    masdeewee njawab:
    semoga pak bos tidak tersinggung dg cerita pak gus ini….πŸ˜‰

  2. asepsaiba mengatakan:

    ungkin blog pun bisa didoktrn jadi bloh mas…πŸ˜€

    ________
    masdeewee njawab:
    kalo gitu mari kita doktrinkan….πŸ˜†

  3. nakjaDimande mengatakan:

    Aku ngga kenal orang belanda manapun, mas.
    tapi ingat waktu kelas satu SMP guru bahasa Inggris kami sakit, beliau digantikan oleh guru lain yang cara pengucapannya berbeda dgn guru kami yg biasa. Alhasil sepanjang jam pelajaran kami protes melulu, kasian juga ibu guru ituπŸ˜€

    __________
    masdeewee njawab:
    lain orang, lain pengucapan…πŸ˜‰

  4. nh18 mengatakan:

    Satu lagi kalimat yang saya ingat mas Andi …
    yaitu …
    “Khordeyn bermotif orikhinal itu berhasil dibeli Badu secara khratis”
    Hah … mantep toh ?

    Salam saya Mas Andi

    ________
    masdeewee njawab:
    hahaha… mantep bgt!!!

  5. sunarnosahlan mengatakan:

    guru bahasa jawa saya waktu di SMP sangat gemar menggunakan istilah-istilah bahasa Belanda, sayangnya tak ada satupun yang masih kuingat

    _________
    masdeewee njawab:
    hehehe… sayang tidak diingat pak

  6. nurrahman mengatakan:

    wew, saya tidak menemukan fenomena itu di kala belajar di smpπŸ˜€

    ________
    masdeewee njawab:
    mosok sih kang?πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: