Setelah KENTAKI Apa lagi?

Tampaknya tak hanya pandai bermajas (berbahasa), ternyata masyarakat juga telah paham konsep dalam dunia pemasaran. Inilah satu temuan baru yang kemudian bisa saya simpulkan dari beberapa komentar pada postingan yang lalu.

Niat awal hendak berkuis, tapi justru menghasilkan sebuah hipotesis yang membutuhkan uji lanjutan untuk digariskan menjadi sebuah teori baru (halah). Bagi Anda yang merasa bingung, silakan Anda baca postingan KENTAKI: Bukti Masyarakat Pandai Bermajas lengkap sampai dengan komentar terakhir.

Pada awalnya, saya menyimpulkan bahwa dengan temuan nama KENTAKI yang tertera pada sebuah gerobak penjaja ayam goreng tepung di pinggiran Solo adalah bukti bahwa masyarakat telah pandai bermajas. Namun, tak sampai di situ saja. Berikut ini adalah pemaparannya.

Dalam sebuah komentar yang disampaikan oleh bapak Aldy disampaikan bahwa dalam dunia pemasaran bisa saja sebuah merk menjadi … (apa ya?) penanda umum (betul nggak?). Atau menurut istilah pak Aldy adalah meng-generik. Hal ini kemudian diperkuat dengan pendapat bapak yang berinisial nh18. Menurutnya, fenomena tersebut bernama Generic Trap. Ketika suatu merk sudah menjadi bukan merk lagi, namun berubah menjadi produk kategori.

Di sisi lain, ada pendapat dari seorang blogger yang menyebut dirinya sebagai tukang colong yang mengatakan bahwa fenomena itu disebut dengan istilah ngeles atau plesetan. Menurutnya, ini adalah kelebihan masyarakat Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Bahkan, bisa jadi budaya ini adalah warisan leluhur. Pendapat tersebut kemudian diperkuat oleh pak Sunarno yang mengatakan, “Pintarnya orang Jawa ngutak atik gathuk (mengutak-atik kata).”

Setelah itu dipaparkanlah fenomena serupa yang disampaikan oleh pak nh18 dan kyaine. Ternyata selain kentaki, ada pula setarbak, blujin, lepis, dll. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa saja akan muncul tukang bakmi nulis spanduk “JI EM” dan tukang burger nulis ” MEK DONAL” di gerobaknya. Inilah yang diungkapkan oleh catatanpelangi.

(kenapa kebanyakan yang komentar tidak menjawab kuisnya ya???😉 )

Comments
5 Responses to “Setelah KENTAKI Apa lagi?”
  1. nakjaDimande mengatakan:

    setelah kentaki biasanya bundo pesan es krim

  2. Aldy mengatakan:

    Selain bermajas, orang kita paling pintar membuat acronim;
    Contoh :
    Sikontolpanjang ( situasi kondisi toleransi pandangan dan jangkauan )
    Romantis ( tokok makan tidur gratis )

    Selain itu coba, didunia kehutanan juga ketularan, coba akronim berikut :
    Wasganiscanhut.
    Ganis.

  3. Aldy mengatakan:

    Setelah kentaki, bundo mencari eskrim dan komentar saya yang pertama masuk sapm box. duh.

  4. Bro Neo mengatakan:

    kentaki bukannnya patih dwarawati yach…

    *lari dr tusukan keris*

  5. nh18 mengatakan:

    Hahahaa …
    Sekali pun ini postingan kelihatannya ringan …
    Namun sumpah …
    Ini membuat saya jadi berfikir …

    Iya ya …
    Kenapa semua komentator tidak menjawab kuis Mas Andi ya ?
    hahahaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: