Serat Kalatidha

hamenangi jaman édan,

éwuhaya ing pambudi,

mélu ngédan nora tahan,

yén tan mélu anglakoni,

boya keduman mélik,

kaliren wekasanipun,

ndilalah kersa Allah,

begja-begjaning kang lali,

luwih begja kang éling klawan waspada.

(Raden Ngabehi Rangga Warsita)

Mengingat kembali seorang rekan kuliah yang menembangkan syair di atas ketika kajian sastra Jawa klasik. Sembari melihat ulah para wakil saya, Anda, kita. Ya, merekalah wakil kita.

Comments
5 Responses to “Serat Kalatidha”
  1. nakjaDimande mengatakan:

    hehe, krn dibawah mas andi kasih sedikit gambaran, aku jadi paham isi Serat Kalatidha ini.

    hamenangi jaman édan..

  2. asepsaiba mengatakan:

    Tulung tulung… Sudikah memuat terjemahannya??

  3. sauskecap mengatakan:

    waduh bahasa jawanya cuma ngerti dikit-dikit… T_T… taunya jawa ngoko soalnya

  4. fey mengatakan:

    hmm…🙂
    bagaimana bisa aku mengartikannya..
    membaca saja aku suLit..

  5. sunarnosahlan mengatakan:

    sudah kumengerti, waktu SMP sempat hafal sekarang sudah lupa lagi, tapi maknya tak kan terlupakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: