Rendra dan Balada Terbaiknya

Rendra adalah sastrawan yang mungkin akan selalu kukenal dari tulisannya. Mau bagaimana lagi, hingga akhir hayat beliau, aku tak pernah sedetik pun berbincang dan bertatap muka dengannya secara langsung.

Berbeda dengan semua sastrawan, aku sangat menggandrungi Rendra. Dialah sosok serba bisa. Dan aku semakin jatuh hati ketika membaca bait demi bait balada terbaiknya. Bahkan balada tersebut dinobatkan sebagai balada terbaik Indonesia. Balada Terbunuhnya Atmo Karpo.

Rasa cinta ini bermula sejak kududuk di bangku kuliah. Bermula dari perkenalanku secara intelektual dengan karya-karyanya, aku pun semakin penasaran dengan sosok Rendra. Dan hati ini bergetar ketika membaca balada itu.

Balada Terbunuhnya Atmo Karpo

Rendra

Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut menunggang perampok yang diburu
Surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang

Segenap warga desa mengepung hutan itu
Dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo
Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang
Berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri

Satu demi satu yang maju terhadap darahnya
Penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka.

Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal!
Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa.
Majulah Joko Pandan! Di mana ia?
Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa.

Anak panah empat arah dan musuh tiga silang
Atmo Karpo tegak, luka tujuh liang.

Joko Pandan! Di mana ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.

Bedah perutnya tapi masih setan ia
Menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala

Joko Pandan! Di manakah ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.

Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan
Segala menyibak bagi derapnya kuda hitam
Ridla dada bagi derunya dendam yang tiba.
Pada langkah pertama keduanya sama baja.
Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo
Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka.

Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka
Pesta bulan, sorak sorai, anggur darah

Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
Ia telah membunuh bapanya.

Puisi itu mengisahkan tentang seorang perampok, Atmo Karpo, yang sedang diburu oleh semua warga. Sial baginya karena malam itu bulan menampak penuh menyinari malam (Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para). Sehingga Atmo Karpo pun tak bisa bersembunyi di balik pekatnya malam.

Malam itu, Atmo Karpo hanya bisaย Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang.

Tapi, bukan berarti dia menyerah begitu saja. Dia hadapi semua orang yang hendak menangkapnya. Sehingga darah pun tertumpah dan satu persatu pengejarnya rubuh tertebas. Bahkan dengan gagahnya, dia berkata kepada mereka, “Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal! Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa. Majulah Joko Pandan! Di mana ia? Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa.

Walaupun anak panah empat arah dan musuh tiga silang bertubi-tubi menyerangnya, Atmo Karpo tegak meski dengan luka tujuh liang. Bahkan telah bedah perutnya tapi masih setan ia. Dia pacu kudanya terus untuk menyibak malam, bahkan semakin kencang (Menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala).

Sembari memacu kudanya, berkali-kali dia memanggil Joko Pandan, “Joko Pandan! Di manakah ia! Hanya padanya seorang kukandung dosa.”

Hingga akhirnya muncullah sosok yang dia cari. Digambarkan di dalam puisi, bahwa lelaki itu datang dengan berkendara kuda hitam. Atmo Karpo pun merasa ridla dada bagi derunya dendam yang tiba.

Pertarungan sengit pun tak terelakkan. Pada langkah pertama keduanya sama baja. Namun, pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo. Sangat maklum karena sebelumnya Atmo Karpo telah bertarung dengan para pasukan kerajaan yang hendak menangkapnya. Sehingga, panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka.

Akhirnya tewaslah Atmo Karpo di tangan Joko Pandan. Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang. Tindakan itu dia lakukan karena ada kepercayaan bahwa seorang pembunuh jika telah meminum darah korbannya maka arwah si korban tidak akan bergentayangan menuntut balas.

Malam itu sorak sorai para pasukan kerajaan pun membahana, tetapi satu orang yang merasa menyesal, dialah Joko Pandan. Karena, ia telah membunuh bapanya.

Sebenarnya, Atmo Karpo bukanlah maling biasa. Dia adalah sosok pemberontak yang tak setuju dengan ketimpangan. Di satu sisi, kerajaan bergelimangan harta, tapi di sisi lain rakyat hidup sengsara. Maka, Atmo Karpo pun memilih menjadi maling kerajaan. Dia curi harta kerajaan dan dibagikan kepada rakyat miskin.

Comments
13 Responses to “Rendra dan Balada Terbaiknya”
  1. wibisono mengatakan:

    wew.. aku bingung mocone.. ra popo sing penting komen dhisik.. hehe

    __________
    masdeewee njawab:
    okelah….

  2. sunarnosahlan mengatakan:

    saya jadi pingin belajar mengurai puisi seperti Mas Andi, tapi tak tahu caranya

    ___________
    masdeewee njawab:
    ya caranya ya kayak gini ini pak…๐Ÿ˜‰

  3. nurrahman18 mengatakan:

    atmo karpo..hmm..apakah mungkin di era saat ini, sosok seperti dia juga ada kang?๐Ÿ˜€

    ____________
    masdeewee njawab:
    yak, temen2 ada yg bisa njawab?๐Ÿ˜›

  4. sauskecap mengatakan:

    wah ini dia robin hoodnya Indonesia…

    __________
    masdeewee njawab:๐Ÿ˜€

  5. kyaine mengatakan:

    ketika sekolah di jogja dulu saya pernah sekali menyaksikan pentasnya di bulaksumur๐Ÿ˜€

    ___________
    masdeewee njawab:
    wah si gus mingin2i aku ya???

  6. Aldy mengatakan:

    Rendra salah satu idola saya, cara beliau mengekspresikan karya-karya selalu membuat saya merinding.
    Sayangnya, sampai beliau berpulang saya belum pernah menyaksikan pentas beliau secara live.

    __________
    masdeewee njawab:
    sama pak… maaf, komennya tadi ditahan pak satspam…๐Ÿ™‚

  7. annosmile mengatakan:

    tokoh atmo karpo saat ini mirip siapa ya? malah nggak ada? hahahaha

    _____________
    masdeewee njawab:
    yg jelas, bukan mirip saya pak…๐Ÿ˜€

  8. Huang mengatakan:

    waktu SMA, pak guru bahasa indonesia saya selalu memberi tentang Rendra. Rendra itu siapa dan apa saja karyanya. Tapi sekarang saya sedikit lupa, yang ingetnya namanya Rendra seorang penyair๐Ÿ˜€

    __________
    masdeewee njawab:
    paling enggak, masih ingat mas…๐Ÿ˜‰

  9. nakjaDimande mengatakan:

    Setuju dengan mas narno, cara Mas Andi menguraikan balada ini bagus sekali. Aku ingin belajar juga.

    __________
    masdeewee njawab:
    aduh gimana ya bund, tarifnya agak tinggi sih bund…..๐Ÿ˜›

  10. upie.. mengatakan:

    masya Allah..

  11. satya mengatakan:

    atmo karpo ada ceritanya beneran atau hanya fiksi belaka??

  12. Rina Pearl mengatakan:

    Maaf Mas/Mbak, tapi setahu saya, dari parafrase anda, bahwa Puisi ini menceritakan tentang kisah tertangkap& terbunuhnya seorang perampok ulung yang bernama Atmo Karpo ditangan anaknya sendiri, yaitu Joko Pandan yang kala itu menjadi penguasa wilayah tersebut.
    Cerita inicerita rakyat dari salah satu daerah di Indonesia.
    Mohon maaf sebelumnya, tp saya juga sama, Pecinta sasta, pecinta puisi, dan Mendiang WS Rendra adalah sastrawan yang hebat dan selalu saya kagumi atas karya – karyanya hingga saat ini.
    Salam Perdamaian..

  13. rizkiya hasanah mengatakan:

    ini sinopsisnya bener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: