Sedikit Membuka Diri

Kalau kata ibu saya, dulu ketika saya lahir di dunia, saya nyaris diberi nama Adhi Wicaksono. Nama ini adalah usulan dari mendiang eyang saya yang pensiunan jaksa. Usut punya usut, pemberian nama ini bukannya tanpa tendensi. Adhi Wicaksono adalah bagian dari moto kejaksaan Indonesia. Lengkapnya, Satya Adhi Wicaksono, artinya entahlah saya tidak tahu.

“Dari nama tersebut,” kata ibu saya, “Mendiang eyang ingin agar kelak ada salah satu cucunya bisa menjadi penerus beliau.” Dan pilihan itu jatuh pada saya. Namun, tampaknya ibu tahu benar bahwa tugas jaksa sangatlah berat. Sehingga dengan penuh keberanian, dia menolak pemberian nama itu. Ibu ingin kelak semua anaknya dapat bebas menentukan pilihannya dalam bercita-cita dan berkarir. Dia tak ingin ada paksaan, apalagi dalam menentukan jalan hidup.

Sebenarnya kedua orang tua saya ada rasa tak enak ketika melakukan penolakan itu. Apalagi dalam kultur Jawa, penghormatan terhadap orang tua adalah hal sakral yang bersifat wajib dilakukan bagi semua anak. Membantah orang tua adalah tindakan tabu. Oleh karena itu, kedua orang tua saya segera berpikir untuk mencari jalan tengah, atau istilah londonya win-win solution.

Hingga akhirnya dipilihlah nama Andi Wicaksono yang sampai saat ini masih saya pakai sebagai identitas saya. Kenapa mereka memilih nama ini? Ah, tampaknya tak perlulah saya bahas di sini.

Ternyata, pemilihan nama dan penolakan atas pemberian nama oleh mendiang eyang saya memang berimbas pada jalan hidup saya. Secara halus, ibu menolak anaknya kelak menjadi jaksa dan alhamdulillah sampai saat ini saya tidak jadi jaksa. Bahkan kemungkinan itu sangat kecil karena saya hanyalah lelaki biasa yang menyandang sarjana pendidikan bahasa dan sastra.

Lha kok malah alhamdulillah? Ya, garis takdir yang telah ditentukan ini memang layak saya syukuri karena saya yakin keputusan Allah itu selalu tepat. Dan ini memang terbukti. Sejak SD saya paling kesulitan ketika ditugasi menghafal undang-undang, butir-butir pancasila (dulu), dan sebagainya. Bagaimana jadinya bila orang seperti saya menjadi jaksa?

Selain itu, tugas berat yang dipikul oleh para jaksa. Saya bisa mengetahui itu dari cerita ibu, betapa berat tanggung jawab seorang jaksa. Masih ditambah lagi jika ada beberapa oknum yang tidak suka dengan jaksa yang bersangkutan maka berbagai intimidasi hingga guna-guna pun bisa menyerangnya. Dan ibu saya tidak ingin anaknya seperti itu. Dia mungkin tahu bahwa anaknya tidak sanggup menyandang jabatan itu sehingga ditolaklah keinginan mendiang eyang dengan tegas.

Dan akhirnya inilah saya. Terserah Anda menilai tulisan ini sebagai kenarsisan saya. Sekadar buka sedikit rahasia dapur, sebenarnya semalam saya ingin sekali mereview tentang sosok Wiji Thukul (atas gagasan dari seseorang). Ealah kok malah meleset sangat jauh. Namun, saya tetap berkeinginan akan memposting review yang tertunda itu pada postingan ke depan.

Comments
13 Responses to “Sedikit Membuka Diri”
  1. nakjaDimande mengatakan:

    hhaha bundo paling senang postingan seperti ini, bercerita tentang diri si penulis secara lebih jauh, sama sekali tidak narsis..

    Menurut bundo nama memang berdampak pada kehidupan seseorang. Hmm, klo nama Wiji Thukul artinya apa ya? kenapa dia sampai menghilang..? ditunggu bahasannya

    Bundo salah satu yang bersyukur mas Andi engga jadi jaksa, klo jadi jaksa pasti engga mau bahas wiji thukul lagi **opo siyh si bundo wiji thukul melulu..๐Ÿ™‚

    ______________
    masdeewee njawab:
    ia nih, kenapa ya si bundo???๐Ÿ˜›

  2. sauskecap mengatakan:

    yup ga narsis kok…. jadi jaksa ga jadi jaksa yang penting tetep bersyukur

    __________
    masdeewee njawab:
    betul mbak, saya setuju.๐Ÿ˜‰

  3. guskar mengatakan:

    nama yg nyaris diberikan itu berarti sebuah sumpah untuk selalu berbuat sangat bijaksana
    nanti klo menceritakan mas widji thukul jgn lupa menulis secara rinci perjalanan beliau bertapa di sebuah gua di parangtritis ya mas๐Ÿ™‚

    __________
    masdeewee njawab:
    wah wah… jangan sumpah gus, saya jadi takut….

  4. nurrahman18 mengatakan:

    klo adhi wacaksono artinya apa kang?๐Ÿ™‚

    __________
    masdeewee njawab:
    wah, saya kurang tau mas…๐Ÿ™‚

  5. sunarnosahlan mengatakan:

    sekarang bisa jadi jaksa dibidang sastra, makin pusing karena banyak sekali yang susah disambungkan antara teori dengan kengawuran penulisnya (maksudnya yang ngawur itu ya yang komen ini)

    __________
    masdeewee njawab:
    hehehe…๐Ÿ˜€

  6. cah ndeso mengatakan:

    berkunjung ke blog sahabat di siang menjelang sore hari sambil nempelin stiker salam kenal balik dari Lereng Muria๐Ÿ˜‰

    ngomong2 Kudusnya mana nih Mas?๐Ÿ˜€
    kalo saya sak kidul-e penthol

    ___________
    masdeewee njawab:
    akhirnya bisa ketemu dengan sesama blogger Kudus. wah kenalannya jangan di sini mas…๐Ÿ˜‰

  7. asepsaiba mengatakan:

    waktu pertamaxkali blogwalking kesini, sy pikir nama smpyan Dwi, tengok dr nama blognya mesdeewee (baca: Mas Dwi).. hehe..
    lain kali cerita tentang asal nama blognya ya…๐Ÿ™‚

    _________
    masdeewee njawab:
    hahaha…. akhirnya kita jadi saling kenal ya mas…

  8. vitri mengatakan:

    mampir sik yo .. agan2 ..hehe ..kelingan kaskus ..

  9. Pakde Cholik mengatakan:

    Sahabat tercinta,
    Saya mengucapkan selamat atas penerimaan tali asih dari Oโ€™Blog.
    Silahkan di cek pada http://www.eyankcholik.info/2010/02/06/penerima-tali-asih-oblog-oblog/
    Mohon dikirimkan nama dan alat lengkap agar Pak Pos tidak ngos-ngosan mencarinya.Terima kasih
    Salam hangat dari Surabaya

    ___________
    masdeewee njawab:
    terima kasih pakdhe…

  10. wibisono mengatakan:

    lha masdeewee itu hubungannya apa???

    ___________
    masdeewee njawab:
    coba tebak….๐Ÿ˜‰

  11. infoaja.com mengatakan:

    brow..
    linknya udah terpasang di infoaja.com…
    silahakan di cek..
    klo berkenan ditunggu link blzanya ya…
    terimakasih sebelumnya..
    salam..

    _________
    masdeewee njawab:
    link juga sudah saya tempel mas… salam kenal…

  12. Mas Ben mengatakan:

    Pada dasarnya ada tanggung jawab besar dalam setiap tugas, walau dalam sekecil-kecilnya pekerjaan๐Ÿ™‚

    Mas Ben
    http://bentoelisan.blog.com

  13. Winarto mengatakan:

    Seloka โ€Satya Adi Wicaksanaโ€
    Merupakan Trapsila Adhyaksa yang menjadi landasan jiwa dan raihan cita-cita setiap warga Adhyaksa dan mempunyai arti serta makna:

    Satya : Kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap diri pribadi dan keluarga maupun kepada sesama manusia.

    Adi : kesempurnaan dalam bertugas dan yang berunsur utama, bertanggungjawab baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap keluarga dan terhadap sesama manusia.

    Wicaksana : Bijaksana dalam tutur-kata dan tingkah laku, khususnya dalam penerapan kekuasaan dan kewenangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: