Ampuhnya Doa Simbah

Kisah ini tidak saya alami sendiri, tapi dialami oleh istri saya. Tepatnya, ketika lebaran beberapa tahun yang lalu di rumahnya, Wonosobo. Ternyata, kota tersebut menyimpan berbagai kisah menarik. Salah satunya adalah kisah berikut ini.

Seperti biasa, ketika lebaran telah tiba maka kebudayaan saling kunjung dan bersilaturahmi menjadi kegiatan “wajib” yang dilakukan oleh para warga. Satu keluarga mengunjungi tetangganya dan yang muda mengunjungi orang yang dianggap lebih tua.

Ketika itu, saya dan kedua adik saya beserta dua saudara sepupu hendak bersilaturahmi ke rumah tetangga di sekitar rumah. Kebetulan, tujuan pertama kami adalah sebuah rumah mungil yang tak jauh dari rumah. Rumah tersebut ditinggali oleh seorang nenek.

Sesampainya di sana, seperti biasa, kami langsung dipersilakan masuk dan disuguhi dengan suguhan seperti halnya tamu yang berkunjung ke suatu rumah. Sang nenek pun bercerita kepada kami bahwa sebenarnya beliau masih ada hubungan kekeluargaan dengan keluarga ayah. Namun, entahlah saya tidak paham penjelasan silsilahnya karena terlalu rumit jika tidak diperkuat dengan penjelasan secara visual. Intinya, beliau berkata, “Simbah iki yo isih sedulur karo simbahmu (Nenek ini ya masih sekeluarga dengan kakek/nenekmu).”

Singkat cerita, kunjungan telah sampai pada penghujungnya. Sehingga sebelum berpamitan, kami bersalaman dan sungkem kepada simbah. Semoga dosa kami bisa lebur setelah bersalaman. Kami pun berbaris. Satu persatu bersalaman kepada simbah secara bergiliran. “Sugeng riyadi mbah, sedaya lepat nyuwun pangapunten (Selamat Idul Fitri, apabila ada kekhilafan mohon dimaafkan).” Dan sang simbah pun membalasnya dengan ucapan dan doa yang berbeda-beda. Entah “Muga-muga rejekine lancar.” Muga-muga dadi anak sing sholeh.” “Muga-muga ndang entuk jodo.” Dsb.

Hingga sampailah pada urutan terakhir yang kebetulan adalah adik saya. Setelah mendoakannya, simbah tiba-tiba meludah di tangannya dan selang sepersekian detik kemudian menepukkan tangan yang telah penuh dengan ludah itu ke dahi adik seraya berkata, “Tampanono dongane simbah (Terimalah doa dari nenek).” Plak….

Muka adik pun memerah. Kami hanya bisa menahan tawa. Begitu kami beranjak keluar dari rumah tersebut, adik cuma bisa berkata, “Mbak, iki piye?” sambil menunjuk dahinya yang basah dengan ludah mujarab.

NB: Tokoh saya dalam kisah di atas adalah istri saya. Sekarang, simbah telah meninggal dunia. Cerita ini saya tulis bukan bermaksud untuk menjelekkan salah satu orang atau keyakinan tertentu.

Comments
12 Responses to “Ampuhnya Doa Simbah”
  1. asepsaiba mengatakan:

    Masih ada bekasnya ngga tuh mas…πŸ™‚

    ___________
    masdeewee njawab:
    bekasnya masih tersimpan di ingatan mas…πŸ˜‰

  2. nurrahman18 mengatakan:

    wew…apakah itu jugabisa ditafsirkan menyentil sebuah aliran kepercayaan tertentu? hehehe. soale aku rodo ga mudeng kangπŸ™‚

    _________
    masdeewee njawab:
    ya kan ada beberapa orang yg menganggap masalah ludah-meludahi itu ada khasiatnya mas. bahkan, ada shahabat yg meruqyah (baca: mengobati) orang gila dengan cara dibacakan Al-Fatihah trus diludahi.

  3. guskar mengatakan:

    klo mbah saya nyembur dan menggunakan rapalan ini : nolak sawan, bali dalan. ilang larane kari seger warase.

    saya sih berprasangka baik saja, maksud nenek kita pasti baik untuk anak keturunannya

    ____________
    masdeewee njawab:
    mungkin karena anak muda sudah tidak mengenal yg kayak gitu gus.

  4. Abula mengatakan:

    Selamat siang menjelang sore,
    Selamat hari Rabu,
    Semoga tetap semangat untuk berkarya dan sukses selalu,

    Salam Hangat,
    AbulaMedia

    ____________
    masdeewee njawab:
    salam kenal mas Abula…

  5. budies mengatakan:

    saya kira itu hal biasa untuk ukuran orangtua apalagi kakek… seandainya adegan itu dilihat bapak, mungkin adik sampean akan dapat arahan apa maksud mbah memberi ludah

    ___________
    masdeewee njawab:
    setuju…

  6. budies mengatakan:

    gak perlu merasa ada yang tersinggung
    mungkin karena adik anda merasa aneh, sedang simbah hal biasa
    dua dunia yang belum bertemu saja
    .
    .
    salam kreatif

    ____________
    masdeewee njawab:
    ya, mungkin karena sudah beda zaman…

  7. Huang mengatakan:

    jadi setelah di gampar gitu udah sembuh belum? hehehe…

    __________
    masdeewee njawab:
    hehehe… nggak ada yg sakit kok mas…

  8. julie mengatakan:

    hahahhaha kalo saya langsung cuci muka tuh

    __________
    masdeewee njawab:πŸ˜‰

  9. sunarnosahlan mengatakan:

    jalan dikabulkannya doa melalui berbagai pintu yang bisa jadi melalui jalan yang tak kita duga

    _________
    masdeewee njawab:
    betul

  10. irfan mengatakan:

    numpang promosi
    http://irfan13332.wordpress.com/about/

    ___________
    masdeewee njawab:
    jangan mung numpang ah… emang tumpangan…πŸ˜€

  11. nakjaDimande mengatakan:

    yang luar biasa adalah simbah berdoa sepenuh hatinya.. ttg ludah gampang, bisa langsung cuci muka.

    __________
    masdeewee njawab:
    sip… (gambar jempol ke atas)

  12. mio mengatakan:

    mbah nya udah cuci tangan? jangan2 bau trasiπŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: