Orang Gila Masuk Desa

Cerita ini adalah cerita lama yang saya alami ketika saya berlebaran di rumah nenek di lereng gunung Sumbing. Ketika itu, jalan masih berbatu, tidak seperti sekarang yang telah teraspal halus. Namun, sampai sekarang saya masih merindukan suasananya. Pemandangan yang indah, suara gemericik air yang mengalir, dan keramahan dan keluguan masyarakatnya.

“Ndi, Ada orang gila di rumah Mbah Son,” ucap paklik (alias om) saya.

Orang gila? Saya sedikit terkejut mendengar perkataan paklik ketika itu. “Siapa orang gila itu?”

“Dia dari Jakarta. Kapan kamu ada waktu, lihat aja. Kalo perlu ajak ngobrol,” sambung paklik dengan nada menantang dan sedikit guyon.

Bagi saya, ketika mendengar kata “orang gila” maka dalam pikiran saya langsung terbayang orang yang kusut masai tak terurus, tidak pernah mandi, suka makan dari tong sampah, dan suka menceracau. Namun, kenapa paklik justru menantang saya untuk mengajak berbicara. Bahkan, sekadar melihat pun saya belum tentu mau. Apalagi, kenapa juga orang gila dari Jakarta datang ke pelosok desa ini? Ah, saya pun tak begitu menghiraukannya.

Keesokan harinya, tiba-tiba paklik saya memanggil saya. “Ndi, orang gilanya sekarang ada di ruang tamu.”

“Ha?! Di ruang tamu? Kenapa dipersilakan masuk?”

“Sudahlah, sana ajak omong.”

Aduh, dengan deg-degan saya berjalan menuju ruang tamu bersama paklik. Sudah terbayang seperti apa orangnya. Tiba-tiba saya teringat, bagaimana pula bila dia nanti mengamuk di sini? Ah, saya semakin takut membayangkannya. Tapi, kenapa paklik santai sekali?

Sesampainya di ruang tamu, saya tebar pandangan saya. Di situ cuma ada bulik yang sedang berbincang dengan seorang lelaki. Dilihat dari fisiknya, dia bukan orang Jawa karena warna kulitnya putih seperti etnis Cina. Lelaki paruh baya itu duduk berkaos putih dan memakai topi biru. Entah apa tulisan di topi itu, saya sudah lupa. Tubuhnya pun sangat terawat, bahkan saya mencium bau wangi parfum dari tubuhnya.

Saya pun diperkenalkan kepada lelaki itu. Paklik berkata bahwa saya mahasiswa UNS dan tinggal di Solo. Setelah itu, paklik berbisik, “Ini orang gilanya.”

Pada awal percakapan, saya tidak melihat tanda-tanda gila pada diri lelaki itu. Dia berbicara dengan runtut dan sistematis, bahkan tampak bahwa dia adalah orang yang terpelajar. Dia berkata bahwa dia dulu sering berkunjung ke Solo. Di sana, dia beberapa kali melakukan kunjungan bisnis.

Tiba-tiba, dia mengajak saya bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. Saya pun kelabakan karena kurang bisa berbahasa Inggris secara aktif. Dia bercerita tentang bisnisnya dan sering menanyakan tentang perkuliahan saya. Lama-kelamaan saya menangkap memang ada yang aneh dengan dirinya.

Hari pun semakin siang dan saya pun mohon diri untuk sarapan. Ketika sarapan, paklik saya bercerita bahwa dulu dia pengusaha kaya di Jakarta. Namun, karena suatu hal maka usahanya mengalami kerugian hingga membuat dia terpukul. Sejak saat itulah dia menjadi agak stress. Dia suka bercerita tentang masa kejayaannya.

Adapun kenapa lelaki itu bisa sampai pelosok desa ini? Karena, dia dibawa oleh seorang anak Mbah Son (yang juga paklik saya) yang bekerja di Jakarta sana. Siapa tahu stressnya bisa terkurangi setelah menghirup udara segar lereng gunung Sumbing dan kesederhanaan masyarakatnya.

Oalah hidup. Tiba-tiba saya teringat dengan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ronan Keating, “Life like a roller coaster.” Hidup itu kadang naik, kadang juga turun.

Comments
6 Responses to “Orang Gila Masuk Desa”
  1. gadisjeruk mengatakan:

    orang gila = orang depresi??

    _________
    masdeewee njawab:
    mungkin yg dimaksudkan paklik saya ya itu mbak… maklum…πŸ™‚

  2. guskar mengatakan:

    kisah ini klo diceritakan dng bahasa jawa pasti gayeng, krn saya yakin paklik menyebutnya bukan dng kata “orang gila” bisa dengan istilah ‘dat-nyeng’, ‘wong edan’, atau apa..πŸ˜›

    ___________
    masdeewee njawab:
    iya gus. cuma saya khawatirnya ada pembaca yg gak paham kosakatanya. (halah)πŸ˜€

  3. indr@ mengatakan:

    ngahaha lucu

    ___________
    masdeewee njawab:πŸ˜€

  4. wibisono mengatakan:

    orang gila bisa bahasa inggris?? mantap tuh..

    ______________
    masdeewee njawab:
    gila tapi terpelajar..πŸ˜€

  5. nurrahman mengatakan:

    hem kang, coba ditranslate dalam basa jawaπŸ˜€

    _______________
    masdeewee njawab:
    mbah google translet bisa gak ya mas?πŸ˜†

  6. MADIUN RUBIK SPOT mengatakan:

    hai haloow salam kenalπŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: