Dia Bukan Pengemis

Malam itu seorang bapak berjalan dengan terseok di pinggir jalan. Tepatnya, di pinggir jalan dekat Pasar Gede Solo, maaf saya tidak tahu nama jalannya. Kedua kakinya yang polio itu tampaknya tak kuat menyangga beban tubuhnya sehingga harus dibantu dengan satu tangan lagi untuk berjalan.

Saya dan istri ketika itu sedang duduk menunggu pesanan makanan ringan langganan kami. Kebetulan, tempat kami menunggu tidak jauh dengan bapak tersebut. Kami sempat merasa iba dengan kondisi si bapak. Baru beberapa kali melangkah, dia sudah duduk untuk sekadar mengatur napas. lalu, berjalan kembali. Tampaknya dia kelelahan setelah lama berjalan. Bajunya yang lusuh dan tas tak pantas pakai yang dipakainya membuat kami berkesimpulan, “Dia pengemis.”

Dia berjalan ke arah kami. Makin lama makin dekat. Saya pun menyenggol pundak istri. Dan istri pun segera memahaminya. Dia buka dompetnya dan diambillah uang alakadarnya.

Hingga akhirnya setelah tepat berada di depan kami, istri saya telah berancang-ancang sedikit membungkuk untuk memberikan uang tersebut. Namun, bapak itu tampaknya tak menghiraukan. Entah karena apa, lelaki itu tetap saja berjalan. Dia tetap berjalan dengan tertatih melewati kami, sepasang pemuda yang duduk di depan kami, seorang ibu berkerudung yang memegangi anaknya, dan lelaki necis yang nikmat menghisap rokoknya.

Pandangan saya masih tertuju pada lelaki tua itu. Dia berjalan semakin menjauhi kami. Saya dan mungkin istri saya merasa sangat bersalah karena telah mengira bahwa beliau adalah seorang pengemis. Ya Allah, maafkanlah persangkaan buruk kami dan limpahkanlah rezeki kepada lelaki itu.

Comments
9 Responses to “Dia Bukan Pengemis”
  1. nurrahman18 mengatakan:

    lalu, menurut sampean, bapak itu siapa? *sambil merasa iba

    ____________
    masdeewee njawab:
    saya tidak tau mas…

  2. sunarnosahlan mengatakan:

    lalu siapa?

    __________
    masdeewee njawab:
    saya tidak tahu pak.

  3. wibisono mengatakan:

    mungkin jangan diambil kesimpulan kalo orang yg cacat dan baju compang-camping belum tentu pengemis.. hehehe

    ____________
    masdeewee njawab:
    betul mas. kalo kata mas Thukul, don’t judge the book by it’s cover. hayah kayak bisa basa inggris aja…😀

  4. oran9ehoLic mengatakan:

    ahh.. 5iapa tau bapak itu merupakan intel yang 5edang menyamar…
    *parno mode on*
    hehehe

    ____________
    masdeewee njawab:
    mbak sering nonton pilem sejenis trilogi Bourne ya???😆

  5. julie mengatakan:

    kadang2 penampilan seseorang mengecoh kita

    ___________
    masdeewee njawab:
    saya setuju…

  6. guskar mengatakan:

    njenengan ketemu “pengemis” itu di dekat tugu jam, dpn kelenteng atau di mananya mas..? barangkali saya bisa bantu mencari jati diri si bapak tadi..

    ____________
    masdeewee njawab:
    aduh sebenere saya gak mau sebut merk. saya ketemu pas sedang nunggu pesanan martabak di kios martabak dan terang bulan Bangka.
    gus tahu?

  7. elmoudy mengatakan:

    rasanya sangat bersalah sekali, pikiran kita memang terlalu mudah membuat persangkaan..
    tapi syukurlah… kita masih ingat dan istighfar bahwa prasangka itu adalah keliru… dan kita menyadari kekeliruan itu..

    nice post…🙂

  8. nakjaDimande mengatakan:

    kadang aku serba salah bila bertemu orang menurut aku sangat membuat hati trenyuh. Misalnya anak-anak yang jualan kacang sore hujan-hujan dipinggir, pengen rasanya ngasih uang saja tanpa perlu membeli. Tapi lalu aku berpikir bahwa itu akan melemahkan semangat mereka. mungkin lebih baik borong saja kacangnya.

  9. nakjaDimande mengatakan:

    kadang aku serba salah bila bertemu orang yang menurut aku sangat membuat hati trenyuh. Misalnya anak-anak yang jualan kacang sore hujan-hujan dipinggir jalan, pengen rasanya ngasih uang saja tanpa perlu membeli. Tapi lalu aku berpikir bahwa itu akan melemahkan semangat mereka. mungkin lebih baik borong saja kacangnya. lebih baik lagi bila aku mau jadi orang tua asuh agar anak itu bisa sekolah [ah, tetapi tll byk prasangka yg akhirnya melemahkan diriku sendiri]

    komen yang diatas delete saja ya mas.. tq🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: