TKW

Wanita itu duduk di depan kami. Beberapa kali ia mencuri pandang ke arah kami. Namun, tiap saya balik memandang, ia segera mengalihkan pandangannya.

Melihat kejanggalan itu, saya segera memutar memori di otak untuk mengingat kembali wajah tersebut. Wajah yang tidak asing, tapi saya lupa siapa gerangan dia.

Seingat saya, dulu ia berambut agak panjang, seleher, tidak sependek sekarang. Dulu kulitnya pun agak gelap, tapi sekarang berubah sawo matang. Tubuhnya pun dulu lebih kecil.

Ah iya, setelah saya ingat benar maka saya ceritakan kepada istri perihal wanita itu. Dia dulu adalah tetangga kos. Rumahnya tidak jauh dari masjid kampung. Ia adalah seorang ibu yang bersuamikan buruh bangunan yang berasal dari daerah Banyumas-an. Wanita itu memiliki seorang anak yang lucu. Anak itu selalu tersenyum jika melihat saya.

Seingat saya, sejak beberapa tahun yang lalu dia mencoba mengadu nasib di negara tetangga sebagai seorang pembantu rumah tangga. Namun, malam ini ia duduk di depan kami. Ia duduk membelakangi kami. Mungkin sama seperti kami, sedang menunggu pesanan nasi goreng.

Malam itu, kami memang sengaja berangkat dari rumah menuju belakang kampus UNS hanya untuk makan malam di warung langganan istri dulu. Kebetulan, warung itu kini pindah di dekat kos-kosan saya dulu. Mungkin karena terkena imbas penertiban kios liar di sekitar kampus.

Tiba-tiba wanita itu berjalan ke arah kami. Senyampang kemudian, dia membereskan meja di samping meja kami sambil mengambil piring dan gelas yang tadi disuguhkan kepada pengunjung yang duduk di situ. Oh, ternyata ia bekerja di sini.

Kesempatan ini pun tidak saya sia-siakan. Segera saya sapa dia. “Bu Yeni ….”

Wanita itu pun menoleh. “Eh mas Andi. Masih ingat saya, mas?”

“Masak sama tetangga lupa sih, bu. Ibu kapan pulang dari Malaysia?”

“Sejak kemarin Sabtu, mas. Minggu depan balik lagi.”

“Oh, masih mau balik lagi ya bu?”

“Iya mas. Buat sekolahkan Putra. Kalo nggak gini, mau disekolahkan pake apa?”

“Sekarang Putra kelas berapa, Bu?”

“Sudah masuk TK nol besar. Sekolah di TK Aisyah dekat masjid itu.”

Setelah itu tak lupa saya perkenalkan pula istri saya. Sejenak saya lihat ekspresi kaget di wajahnya. Mungkin karena tidak menyangka, setelah lama tak bersua.

_______________

Nama-nama dalam kisah ini adalah nama samaran.

Comments
12 Responses to “TKW”
  1. ridhobustami mengatakan:

    hmm cerita bergantung yak……….. hehehhe…. kok rasane seperti ngak selesai… ato perasaan sayah ajah..🙂

    ______________
    masdeewee njawab:
    hehehe… emang sengaja saya buat gitu mas…😉
    makasih atas apresiasinya….

  2. nurrahman18 mengatakan:

    iya tuh…so..what’s next story?😀

    ____________
    masdeewee njawab:
    hehehe… setorinya silakan ditunggu kang…

  3. Huang mengatakan:

    kaget karena kamu udah menikah mas?

    ___________
    masdeewee njawab:
    kaget karena…. tunggu episode lanjutannya…😉

  4. mio mengatakan:

    aku kok ora mudeng to mas? critane durung mari ta??
    atau memang dibuat seperti ini??

    dia kaget lihat mas udah nikah?? ehm ehm….jangan2 dia dulu pernah suka sama mas Andy🙂 he2 ups….nggak mau bikin gosip ah…

    lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii😀

    ____________
    masdeewee njawab:
    yaaah malah lari duluan… padahal mau saya kasih tau…😉

  5. tyan's mengatakan:

    kunjungan pertama…,

    ___________
    masdeewee njawab:
    salam kenal….

  6. katakatalina mengatakan:

    atauuu…ibu itu sudah sukses mencari modal, lalu jadi investor di tempat makan itu ?
    ngaco nggak sih saya… :))

    ______________
    masdeewee njawab:
    hehehe…. apa ya….😉

  7. ABCD mengatakan:

    lanjut … lanjut …

    _________
    masdeewee njawab:
    tunggu … tunggu …

  8. vitri mengatakan:

    wah .. telat deh aku komentarnya ..

    __________
    masdeewee njawab:
    tenaaang… tiketnya masih banyak…😀

  9. Budi Hermanto mengatakan:

    hmm.
    pengorbana seorang..
    layaknya tiada tara..
    ..
    btw, 10 teman yg mendapatkan..
    novel Debu Cintayana..
    bisa dilihat di artasastra.com😀

    ___________
    masdeewee njawab:
    langsung ke TKP!!!!

  10. mioariefiansyah mengatakan:

    mas boleh minta kritik saran ejekan omelan hinaan bantaian (lebay he2) ttg tulisan2ku mas….

    butuh banget masukan dari pak editor

    makasih pak/ mas🙂

    salam buat istrinya yang cantik🙂

    ___________
    masdeewee njawab:
    hayah…. mbak mio ini… oke, saya sampaikan salamnya.🙂

  11. kyaine mengatakan:

    mbak yeni ini termasuk TKW yg berhasil ya mas? kok sampai berniat ingin kembali ke negeri jiran..
    klo di berita2 tipi yg diungkap yg disiksa mulu… TKW2 yg berhasil kok nggak ada beritanya. ntar beritanya kurang laku kali ya?

  12. kyaine mengatakan:

    hwa… kok ilang komengku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: