Sepenggal Perkenalan dengan Keluarga Tokoh Ternama

Kejadian ini terjadi kurang lebih 2 tahun yang lalu. Ketika aku hampir melepas status mahasiswa S1 karena belenggu skripsi telah berhasil kulepas dengan penuh perjuangan.

__________________________________________

“Selamat sore, pak Wiji ada?” sapaku membuka perbincangan di telepon.

“Maaf mas, pak Wiji-nya hilang tuh,” jawab seorang wanita dengan nada santai.

Sontak aku terkejut mendengar jawaban seperti itu. Ya, bercandakah wanita ini? Ketika itu, aku adalah seorang tentor privat sebuah lembaga bimbingan belajar di kota Solo. Niat utama kuberanikan diri menelepon nomor tersebut adalah karena adanya order job dari manajemen lembaga bahwa si empu nomor bersangkutan membutuhkan seorang tentor Bahasa Indonesia untuk mengajari putranya secara privat.

Berdasarkan informasi yang kudapat ketika itu bahwa si empu nomor tersebut adalah Mbak Pon yang bersuamikan Pak Wiji. Beliau memiliki seorang putra yang ketika itu masih duduk di bangku kelas 2 SMP yang bernama Fajar.

Sangat beralasan bahwa sapaku di telepon lebih kutujukan kepada Pak Wiji, karena dialah kepala keluarga di keluarga tersebut. Namun, ternyata lain cerita dengan keluarga ini. Sebuah kesalahan besar ternyata telah kulakukan.

Setelah kesepakatan hari les telah disepakati dan alamat si empu nomor telah kuketahui maka aku pun berangkat mengajar pada hari yang telah ditentukan. Dengan menyimpan rasa tak biasa dan penuh tanya, kuberangkat ke rumah tujuan.

Beberapa menit kemudian kusampai di daerah yang kukenal dengan nama Jagalan. Berdasarkan alamat yang telah kucatat, aku agak tak percaya karena secarik catatan itu mengantarkanku pada pemukiman pinggiran yang padat dan bergang-gang. Bahkan tak jauh dari pemukian itu terdapat sungai yang sering sekali meluap tiap musim hujan tiba. Hingga akhirnya sampailah aku di tempat yang kutuju. Rumah kecil dan sederhana. Tak ada kesan mewah di dalamnya.

Tentunya ini sangat tidak biasa. Berdasarkan pengalaman, anak yang kubimbing les privat adalah anak dari orang berada. Paling tidak, orang tuanya bermobil entah satu atau dua. Tapi ini, hanya sebuah mesin jahit dan beberapa helai kain dan baju yang kutemui.

Hingga akhirnya keluarlah si empunya rumah. Wajah yang tak asing, gumamku. “Benar ini rumah Ibu Pon?” ku tak ingin mengulang kesalahan yang sama.

“Iya, benar.”

“Saya Andi, dari lembaga bimbingan belajar xxxx. Fajar ada bu?”

“Oh, mas Andi. Monggo silakan masuk. Iya, Fajar baru mandi sebentar, tadi dia lupa kalo hari ini ada les.”

Dengan ramah, Ibu Pon menyambutku. Kalau memoriku tak salah mengingat, ibu yang ketika itu berdiri di depanku sudah tak asing kulihat. Ya, pernah kulihat dia di Taman Budaya Jawa Tengah. Dan bila tak salah mengingat, perempuan yang kini berdiri menyambutku itu bernama Dyah Sujirah yang lebih dikenal dengan nama Sipon.

Seketika, aku pun kembali teringat dengan percakapan telepon beberapa hari yang lalu. Ketika suara di seberang telepon mengatakan bahwa Pak Wiji hilang. Maka benakku pun dengan yakin menebak bahwa Pak Wiji yang ketika itu kucari adalah Wiji Thukul, seorang penyair ternama yang pernah memperoleh penghargaan Wertheim Encourage Award 1999 danΒ Yap Thiam Hien Award 2002 yang hingga kini hilang karena keganasan rezim diktator Orde Baru.

Dan akhirnya keluarlah Fajar. Ketika sesi perkenalan, dia memperkenalkan nama lengkapnya, Fajar Merah. Maka, merah padamlah wajahku. Aku tak tahu ungkapan maaf seperti apa yang harus kuucapkan kepada Mbak Pon perihal perbincangan telepon beberapa hari yang lalu.

Comments
16 Responses to “Sepenggal Perkenalan dengan Keluarga Tokoh Ternama”
  1. nurrahman18 mengatakan:

    hehehe, ketawa boleh knπŸ˜€

    ______________
    masdeewee njawab:
    silakan, mas… tapi kok malah ketawa ya?πŸ™‚
    padahal kalo kuingat kejadian itu, aku masih merasa ga enak sama Mbak Pon

  2. Agus Suhanto mengatakan:

    terimakasih u atas tulisannya yang menarik… kenalkan saya Agus Suhanto

    _________
    masdeewee njawab:
    makasih mas…πŸ™‚

  3. Pasang Iklan Gratis mengatakan:

    Wah.. namanya juga tidak tau, jadi ya tidak sengaja.
    tapi itu sebuah pengalaman yang unik dan seru juga.
    dan bisa dijadikan sebuah kenangan. hahaha..
    salam sukses..
    kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

    ______________
    masdeewee njawab:
    iya mas, akan selalu kukenang kok pengalaman ini.πŸ˜‰
    makasih atas kunjungannya.

  4. nurrahman18 mengatakan:

    ya itu kan dah kejadian lama tho mas andi…apa masih sering ketemu mbak Pon??

    ____________
    masdeewee njawab:
    iya mas, kejadian lama. terakhir berhubungan, dulu ketika sebagian kota Solo terendam banjir. abis itu, gak pernah lagi…😦

  5. Lamunadi mengatakan:

    Jawaban telpon yg mengungkapkan kekesalan hati atas tragedi suaminya.😦
    Salam.

    ____________
    masdeewee njawab:
    iya mas….😦

  6. vitri mengatakan:

    ngguyu sik .. komentare suk yo .. hehe ..πŸ™‚

    ____________
    masdeewee njawab:
    walah….

  7. kreatips mengatakan:

    tru … selama mengajar perasaan sampean gimana ?

    ___________
    masdeewee njawab:
    kayaknya harus saya ceritakan di artikel yg berbeda ya… ya tunggu aja ceritanya mas…πŸ˜‰
    yg jelas, Mbak Pon yang saya kenal itu orangnya baik kok.
    makasih atas kunjungannya….

  8. KangBoed mengatakan:

    ehehehehehe.. kok alamat nya enda ada mas
    katanya tukeran link yaaaaa
    hehehe gimana kok malah adanya yang satu lagi
    waaaakaakakakaakakak jadi bingung

    _____________
    masdeewee njawab:
    o iya ya, saya lupa….πŸ˜€

  9. KangBoed mengatakan:

    ooo jadi tukerannya yang mana yaaaa hehehehe

    ___________
    masdeewee njawab:
    maap… sekali lagi maap…

  10. KangBoed mengatakan:

    sudah saya adds mas di wp dot com yaaaa silahkan di periksa

    ____________
    masdeewee njawab:
    yes!!! matur nuwun kang….πŸ˜‰

  11. oran9ehoLic mengatakan:

    waahh… bener2 keseleo lidah..
    tapi kalo diliat dari jawaban bu pon sih, nampaknya dia sudah ‘cukup’ rela akan kehilangan pak wiji..

    *bedewe, wiji thukul ki sopo tow?*

    ___________
    masdeewee njawab:
    coba mbak liat link ini:
    http://www.biografiindonesia.com/aneka/penghargaan/yap-thiam-hien/2002%20wiji%20thukul/index.shtml

  12. dendin mengatakan:

    terus pak wijinya kemana dong kok jadi bingung…

    ___________
    masdeewee njawab:
    saya juga bingung mas, namanya jg hilang…

  13. Qie mengatakan:

    ayak-ayak wae’…. dunia emang seperti ini

    ___________
    masdeewee njawab:
    iya mas… dunia oh dunia….

  14. KangBoed mengatakan:

    SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang β€˜tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllll

    ___________
    masdeewee njawab:
    yes kang, ai lop yu pul tu….πŸ˜€

  15. KangBoed mengatakan:

    Kekasih Sejati yang setia selalu.. DIA rela menunggu walau kita selalu menykiti hatiNYA.. dengan salah dan DOSA.. subhanalllllaaaaah.. DIA MENUNGGUMU.. TANGANNYA SELALU TERULUR MENANTIKAN KITA SEMUA.. YANG MAU KEMBALI KEPADANYA
    SALAM SAYANG

    ___________
    masdeewee njawab:
    salam sayang balik kang….

  16. Juliawan mengatakan:

    hmm sad story sob ,lam kenal ya bro

    ___________
    masdeewee njawab:
    lam kenal juga mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: