Balada Model Rambut 1

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengapdet tulisan saya yang tergolong dalam kategori cerita garing. Lama sudah saya tak pernah mengapdetnya, padahal ingin sekali saya menulis sebuah tulisan yang bebas dan santai.

Kali ini saya ingin menulis cerita garing tentang perjalanan model rambut saya yang tak pernah konsisten. Cerita berawal ketika saya masih imut-imut TK. Saat itu, penata rambut kepercayaan saya adalah ayah saya sendiri. Dan model andalan ayah ketika itu adalah model rambut belah pinggir ala 90-an atau orang bilang ala Mandarin.

Merasa bahwa ayah saya kurang inovasi dalam dunia cukur mencukur maka ketika saya duduk di bangku SD, terpaksa saya harus berganti penata rambut. Atas pilihan ayah tercinta, saya pun diarahkan untuk selalu cukur rambut di seorang purnawirawan ABRI (yang jelas bukan pak Cholik…. :)). Karena mantan aktivis militer maka gaya rambut saya yang dulunya bak bintang Mandarin pun berubah menjadi style militer pula. Kadang cepak, kadang bros.

Sejak saat itu, selama 6 tahun model rambutku selalu berkutat pada 3 gaya tersebut. Kadang cepak, bros, kadang Mandarin yang agak cepak. Intinya, ketika SD rambut saya gak pernah panjang.

Namun, gonjang-ganjing pun terjadi. Tampaknya Andi kecil merasa ingin berontak dari stagnansi (halah). Sejak TK hingga SD dia bersekolah di sekolah favorit, tapi ketika SMP dia mulai dihinggapi oleh benih phoenix penghancur (wakakakak emang komik Legenda Naga). Nilai EBTANAS yang ancur menyebabkan dia harus terlempar di SMP yang tak favorit lagi. Sejak saat itulah perubahan terjadi.

Andi SMP adalah Andi yang ndableg. Β Dia udah gak suka menjadi anak penurut lagi seperti ketika masih imut-imut dulu. Dan hal ini pun berimbas pada pilihan penata rambutnya. Dia sudah gak mau nurut ayahnya ketika dia disuruh untuk cukur rambut di bapak purnawirawan ABRI itu. Dia pun beralih ke Potong Rambut Madura yang notabene adalah langganan teman-teman segank-nya.

Sejak saat itu, berbagai model rambut pun dia coba (kecuali gondrong dan gundul plontos). Sosok Andi yang tak pernah konsisten pun tercermin dari model rambutnya yang selalu berubah. Ketika demam David Beckham, dia pun mengubah model rambutnya bak rambut si maestro bola itu. Ketika lagu rock sedang enak didengar di telinganya, dia mengubah model rambutnya menjadi model yang aneh ala tukang cukurnya. “Pokoke model rock, mas” itulah ungkapannya tiap ditanya mas tukang cukur. Tapi ada satu model yang tidak berani dia coba, yaitu model rambut Wong Fei HungπŸ˜€.

Namun, tampaknya Andi puber mulai merasa gerah dengan berbagai perubahan itu. Dia mulai merasa perlu untuk membuat ciri rambut khusus buat dia. Jadi, ketika ada yang bertanya siapa Andi maka semua orang akan menjawab, dia yang model rambutnya begini. Sejak saat itu dia pun berpikir dan berpikir hingga tak sadar kalau dia telah memasuki usia SMA (weleh).

Ketika SMA itu pula dia dikenalkan dengan seorang lelaki bernama Anggoro. Mas Anggoro adalah tukang cukur yang berumah di dekat kawan se-ganknya. Atas bisikan dari temannya itulah, dia memberanikan diri untuk berpindah ke Potong Rambut Anggoro.

Dulu, tiap ditanya oleh mas Anggoro tentang model apa yang dia ingini, dia selalu menjawab terserah yang penting pantes. Hingga suatu hari Andi ABG pun ditantang oleh temannya untuk mencukur rambutnya hingga tersisa 1 cm. Merasa tertantang, dia pun menanggapi tantangan itu. Pergilah Andi dan temannya ke Mas Anggoro untuk kemudian minta dicukur rata 1 cm.

Awalnya, ada rasa menyesal di benak Andi. Bahkan kesan orang tua ketika melihat model rambut seperti itu, mereka hanya bisa geleng kepala. Terdiam. Tapi, lama kelamaan dia merasa asyik dengan model tersebut. Karena, dia tidak perlu repot menyisir, keramas, dan berbagai kendala rambut lainnya (hahaha males ya). Hingga akhirnya dia merasa telah menemukan model rambut yang tepat baginya.

Hingga tak terasa UAS SMA pun berada di ambang pintu masa depannya. Ketika itu, rasa tertekan selalu menghinggapi benaknya karena khawatir akan kelulusannya. Namun, rasa tertekan itu pun segera sirna setelah UAS dia lalui. Selepas UAS adalah masa-masa harap harap cemas baginya. Saking cemasnya, sampai tak terasa sejak saat itu dia belum mencukur rambutnya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, rambutnya yang dulu cuma 1 cm pun mulai memanjang.

Apakah yang terjadi selanjutnya? Apakah Andi akan berubah menjadi manusia super saiya 3 yang sangan gondrong? Ataukah dia segera sadar untuk kembali ke jalan 1 cm-nya? Nantikan perjalanan model rambut Andi dalam kisah, “Balada Model Rambut 2”.πŸ˜€

Comments
4 Responses to “Balada Model Rambut 1”
  1. vitri mengatakan:

    yaaa .. tak tunggu cerita selanjutnya deh ..πŸ™‚

    _____________
    masdeewee njawab:
    oalah… tulisanku yg kayak gini ya payu juga to….πŸ˜€

  2. nurrahman18 mengatakan:

    ini pengalaman pribadi ya bro? hehehe

    ____________
    masdeewee njawab:
    bagus ya kang? mo kamu sodorkan ke penerbit juga gak papa kok, sapa tau bisa best….. ebes ebes ebes…..πŸ˜€

  3. guskar mengatakan:

    ketika kuliah dulu rambut saya mengombak…. bangun tidur suka awut2n.. semakin panjang ketika bekerja di tengah hutan… mulai tahun 1994 sampai sekarang sll model ABCD = abri bukan cepak doang… praktis dan isis…πŸ™‚

  4. hafid junaidi mengatakan:

    asal ga jadi kormod (korban mode)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: