Kotaku

(kepada Kudus yang semakin uzur)

Kota itu telah berubah
menuju arah yang entah
bangkit atau musnah

Ketika sebuah layar besar
terpampang di jantung kota
semua orang berbondong tuk menontonnya

Melihat nasib yang getir
dengan selubung rintihan tawa
mereka melihat seraya saling bermesra

Sementara itu di sudut kota
suara lantun darus pun
berubah semakin hangus

Maka menara tinggallah puing
tumpukan batu yang membuat
kepala menengadah saat melihatnya
sambil berangan semu
tuk sebuah kebahagiaan

Surakarta, 25 Maret 2008

Comments
5 Responses to “Kotaku”
  1. vitri mengatakan:

    hmm ..kota kelahiranmu ternyata punya gambaran yang menyedihkan juga yah ..

    ____________
    masdeewee njawab:
    yah begitulah…😦

  2. masiqbal mengatakan:

    jadi inget kota kelahiranku… sudah 6 tahun terakhir tidak pernah kesana lagi, gimana ya keadaannya sekarang? (jadi rindu)

    __________
    masdeewee njawab:
    bukannya mas Iqbal ini asli Solo???

  3. vitri mengatakan:

    ayo mana tulisannya lagi .. (hehe ..)

    _________
    masdeewee njawab:
    udah tu mbak…. silakan dibaca…. monggoooo….😀

  4. nurrahman mengatakan:

    kota kelahiranku lebih stagnan….datar…tidak ada dinamisasi

    ___________
    masdeewee njawab:
    wah mas, masih baikan mana antara stagnan dengan penurunan ya….😦

  5. nurrahman18 mengatakan:

    sama saja…tapi lebih baik stagnan..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: