Dipisah atau di Sambung??

Sebenarnya ilmu ini adalah ilmu kaidah berbahasa dasar yang harus dikuasai oleh seorang anak SD kelas 6 di Indonesia. Namun demikian, sangat ironis karena pada kenyataannya ilmu ini sering terlupakan dan terabaikan oleh para pelajar yang bersekolah pada jenjang di atasnya (entah SMP, SMA, mahasiswa, atau bahkan para praktisi usia kerja).

Dipisah atau di sambung?

Contoh kasus, suatu ketika seorang siswa SMP kelas 3 merasa kebingungan dengan sebuah kalimat soal yang tertulis demikian:

Ketika upacara bendera, Kepala Sekolah akan menyampaikan amanatnya didepan siswa. Amanat tersebut akan disampaikan setelah ….

Anak itu terdiam berpikir sejenak untuk memikirkan kesahihan soal try out tersebut. Sudah bakukah penulisan soal di atas? Sudah tepatkah penulisan kata yang tercetak tebal di atas?

Kasus tersebut adalah sebuah contoh kecil permasalahan bahasa yang sering terjadi di lingkungan sekitar kita. Namun, permasalahan ini sebenarnya sangat mudah untuk diatasi. Caranya adalah, cobalah Anda terjemahkan kata yang membingungkan itu menjadi bahasa daerah (bahasa Jawa).

Didepan (ning ngarep)

Disampaikan (diomongke)

Kalau sudah, apakah Anda merasa ada perbedaan? Ya, perbedaan itu adalah keberadaan kata depan ning dalam terjemahan kata didepan (seharusnya frasa di depan).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kata apa saja jika diawali dengan “di” apabila diterjemahkan dalam bahasa daerah (bahasa Jawa) menjadi “ning” maka penulisannya harus dipisah dengan kata yang berada di depannya. Namun, apabila tidak ada perubahan maka kata tersebut harus disambung.

Contoh kata depan “di”:  di rumah, di kamar mandi, di halaman rumah, dst.

Contoh imbuhan di-: dibuang, dibunuh, dimakan, dst.

Akhir kata, semoga artikel ini berguna bagi Anda. Apabila Anda merasa bahwa ini adalah ilmu anak SD yang tidak layak dibaca orang dewasa yang telah pandai ilmu pemrograman komputer atau desain web, silakan abaikan artikel ini. Namun, janganlah Anda melakukan kesalahan penulisan seperti contoh di atas.

Comments
6 Responses to “Dipisah atau di Sambung??”
  1. mio ariefiansyah mengatakan:

    iya nih sering banget melakukan kesalahan….dalam hal tata bahasa….bener ternyata “cintailah bahasa indonesia seperti kita mencintai suami/istri kita” =)

    ____________
    masdeewee njawab:
    walah mbak Mio ki mingin-mingin aja…😀

  2. Billy Koesoemadinata mengatakan:

    hmm.. yak benar sekali.. kalo misal menunjukkan tempat, berarti dipisah,, kalo kata kerja, disambung😉

    _______________
    masdeewee najawab:
    setuju bro.. mungkin teman-teman yang lain punya formula lain lagi yang bisa dibagikan…🙂

  3. vitri mengatakan:

    matur nuwun ya .. ini saya dapat ilmu baru lagi dari mas Andi, hehe ..

    _______________
    masdeewee njawab:
    wah seneng rasanya bisa saling berbagi ilmu…🙂

  4. kurniaa mengatakan:

    Kreatif mas
    ono-ono wae carane

    mantef

    ______________
    masdeewee njawab:
    Pendidikan disebut berhasil bila ilmu bisa tersampaikan dengan menyeluruh tanpa ada rasa keterpaksaan dari berbagai pihak, mas. Jadi seorang pengajar tu ditutuntut untuk kreatip menyampaikan materi ajar. Nah, contoh di atas sering banget saya sampekan ke siswa dadakan saya, dan alhamdulillah kok berhasil dan selalu membekas. Tapi, bukan berarti panjenengan para blogger itu siswa dadakan saya lho. Kita kan sama-sama belajar, mas.😀

  5. masiqbal mengatakan:

    hihihi… ada aja… tapi dulu sewaktu SD bingung juga antara dipisah sama digabung, sampe sekarang pun masih tetep bingung (doh)

    ________
    masdeewee njawab:
    walah… jadi setelah baca artikel ini masih bingung mas? duh kalo gitu tulisanku masih sulit dipahami ya…😦

  6. Jijo mengatakan:

    monon pencerahan kalau : lokasi “di bilangan Jakarta” atau “dibilangan Jakarta”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: