Kenangan Lalu

Duhai Bulan …

Bisakah kau ceritakan lagi indah Sindoro kepadaku?

Keindahan yang takkan bisa kurasa di sini

Keindahan yang hanya bisa kau nikmati

ketika kau buka jendela pagi

 

Bulan …

Bisakan kau ceritakan lagi tentang kesejukan lereng Sumbing kepadaku?

Kesejukan yang tak jua kurasa di tepi anak Bengawan

Kesejukan yang takkan hadir meski kutunggu hingga ribuan purnama

 

Bulan …

Masih ingatkah kau dengan kabut itu?

Kabut yang menyelimuti hutan dan kelokan jalan?

Kemarin kabut itu datang selepas deras hujan semalam

Meski tipis tapi bisa kurasa sapanya yang menusuk tulang

Meski tipis tapi dia tetap kasat tampak memutih

Pucat …

 

Bulan …

Tak terasa air mata ini tiba-tiba menitik

Bercampur dengan dingin pagi di tepi anak Bengawan

Memori pun berputar kembali menumbuhkan rindu yang kian menyayat

(Suatu kala di tepian anak Bengawan)

_______________

Dengan tanpa maksud berbesar kepala dan berbangga-bangga, sajak ini saya ikutkan dalam Parade Puisi Cinta yang dihelat oleh Pakde Cholik.

Comments
9 Responses to “Kenangan Lalu”
  1. vitri mengatakan:

    Siipp .. aku lebih suka gaya bahasanya yang di pakai, apik ..menyentuh kalbu juga, hehe ..

  2. Pakde Cholik mengatakan:

    Terima kasih mas, puisi sudah saya daftar sebagai peserta.
    Cakmep cakep cuakeeeep
    Salam hangat dari Surabaya

    __________
    masdeewee njawab:
    terima kasih pakde… salam hangat juga dari pinggiran kota Bengawan.

  3. sunarnosahlan mengatakan:

    Sindoro dan Sumbing, dulu, dulu sekali kadang kala aku lewati

  4. yustha tt mengatakan:

    aih…SIndoro….
    sama…menimbulkan kenangan lama….
    salam kenal…😉

  5. Juri PPC mengatakan:

    wah Juri PPC dulu lupa ninggalin komeng disini **saking terpesona sama puisinya😛

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Pada kesempatan kali ini saya ucapkan terima kasih pada Pakdhe Cholik atas tali asih yang telah dikirimkan kepada saya. Tali asih itu adalah wujud apresiasi beliau dan Bundo NakjaDimande atas sajak cinta absurd saya yang berjudul Kenangan Lalu. […]

  2. […] Baiklah, langsung saja, saya sebenarnya ingin bercerita tentang sebuah kebetulan yang selalu terjadi di hari Sabtu. Dahulu, pada hari Sabtu sebuah bingkisan datang di kampung halaman saya, tepatnya di Kudus, tempat kelahiran saya. Bingkisan itu adalah wujud apresiasi seorang rekan blogger terhadap sajak abstrak saya. […]

  3. […] Masihkah kau ingat bait-bait sajakku? […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: