Oleh-Oleh dari Jogja

Pertama kali Anda membaca judul di atas pasti akan terbayang Bakpia Pathok, Yangko, dll yang serba enak. Ups… tapi kali ini Anda harus berkecil hati karena apa yang Anda harapkan tinggallah harapan. Oleh-oleh yang kumaksud adalah cerita. Yaitu, cerita tentang perjalanan KKL-ku selama sehari di Yogyakarta kemarin pada tanggal 19 Januari 2009. Biar semakin mingin-mingini (hehehe….), kulampirkan juga beberapa foto-fotoku ketika plesir ke Kota Pelajar, di halaman Foto-Foto DeeWee.

Langsung saja, tujuan pertama kita adalah kantor Balai Bahasa Yogyakarta. Ternyata kehadiran kita agak molor karena adanya beberapa kendala. Pertama, keterlambatan Mas DeeWee (aku sendiri) untuk berkumpul di tempat yang udah dijanjikan (hehehe… maaf teman-teman). Kedua, masih ditambah dengan kendala pak sopir yang malu untuk mengaku kalo nggak tahu jalan menuju Balai Bahasa (walah… pak sopir yang aneh). Tapi, meski begitu kendala itu tidak menjadi soal. Diskusi dan kunjungan berjalan lancar hingga selesai.

Setelah itu, kita makan siang dan shalat. Setelah bahan bakar telah terisi penuh (hehehe …), kunjungan kita lanjutkan menuju tujuan kedua, yaitu di Yayasan Bagong Kussudiarja (YBK) untuk berdiskusi tentang pendidikan sastra dengan rekan-rekan Teater Gandrik.

Wah, diskusi berjalan dengan asik temen-temen. Walau disetting santai dan apa adanya, ternyata acara tersebut cukup memberikan kesan yang mendalam (walah). Di sana kita disambut oleh Heru “Pak Bina” Kesawa Murti sama Jujuk (pentolan dan sesepuh Teater Gandrik). Sayangnya, kita nggak bisa bertatap muka dengan kedua putra bapak Bagong, yaitu Butet Karteredjasa dan Djadug Ferianto. Tapi, itu pun nggak terlalu buat kita kecewa (hiks… hiks… bener kok gue nggak kecewa….), karena kita diundang oleh Pak Heru untuk menonton pementasan Teater Gandrik yang akan diadakan pada bulan ini (bisa datang nggak ya….).

Tentunya dua kunjungan tersebut dapat memperkaya wawasan kita (mahasiswa). Kunjungan pertama untuk menambah wawasan dalam dunia kebahasan, sedangkan kunjungan kedua menambah wawasan tentang dunia kesastraan. Untuk menutup kunjungan, tidak lupa kita juga pergi ke Malioboro dan Shooping Jogja (walau gue nggak belanja karena tanggal tua).

Ketika perjalanan pulang, tiba-tiba muncul keinginan di dalam benakku, “Hah… napa aku jadi pingin ngajar ya….”

Comments
6 Responses to “Oleh-Oleh dari Jogja”
  1. masiqbal mengatakan:

    wah sing tak enteni malah ga sido…😀

  2. ratuku mengatakan:

    wah mas deewee ki nek crito setengah2. padahal aku pengen ngerti YBK ki koyok opo sak jane, kok iso nglahirne pengecer cangkem koyok butet…

  3. nurrahman18 mengatakan:

    pengen liat fotonya, sayang ga ada….aku aja yg di jogjua, lum pernah ke sana….jadi penasarannn

  4. vitriya mengatakan:

    semoga g kapok deh berkunjung ke Yogya ..sekalian ini mampir ke Bantul ya .. hehe ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: