Setahun Sudah Masa Kerjaku

Sejak awal Januari yang lalu, akhirnya aku bisa merayakan (emang ulang tahun …?) satu tahun masa kerjaku. Tidak terasa beberapa hari, minggu, dan bulan telah terlalui dengan berbagi warna hati. Suka, duka, tawa (tapi nggak pernah nagis lho), semua telah kurasakan di kantor tercinta.

Masih kuingat betapa dag-dig-dug hati ini ketika menerima slip gaji pertamaku pada akhir Januari 2008. Tak terasa, aku telah merasakannya beberapa kali hingga kini menjadi hal yang biasa. Aku juga masih ingat ketika aku diserahi tanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaan perdanaku. Masih kuingat betapa deg-degan dan bingungnya aku. Namun, kini pekerjaan itu seolah menjadi hal yang biasa, bak sopir handal yang telah menghafal lekak-lekuk jalan, serta tanjakan dan turunan jalan.

Ups… namun lama kelamaan aku mulai khawatir dengan perasaan biasa itu. Kekhawatiran itu cukup beralasan. Pertama, bukti finansial. Setelah setahun aku bekerja, ketika kulihat tabungan, uang pun tak kunjung bertambah. Pasti selalu berada pada batas minimal yang telah kutargetkan. Ke mana ya perginya tu duit…?

Kedua, bukti kinerja. Selama setahun ini, aku merasakan bahwa kinerja yang kucurahkan untuk menopang perusahaan tempatku bekerja seperti tidak ada peningkatan (perasaanku lho ini…). Hal ini terbukti dengan tidak adanya masterpeace yang bisa kuhasilkan. Paling kalaulah ada, itu belum bisa disebut sebagai masterpeace perusahaan.

Nah, dari dua bukti di atas, maka sangat layak jika saya harus merasa khawatir.

Khawatir? Kenapa?

Ya karena adanya stagnansi atau kemandegan yang terjadi (halah) yang bisa menjadi momok menakutkan bagi saya sendiri. Entah itu masa depan saya di perusahaan ini maupun masa depan saya untuk meraih impian-impian yang telah saya angankan.

Dan akhirnya….. tidak ada kata lain selain perlu adanya reformasi (halah… po meneh ki…).

Ah udah ah…. Tak kerja dulu.

Sekian refleksi dan cerita garing dari saya.

Comments
One Response to “Setahun Sudah Masa Kerjaku”
  1. masiqbal mengatakan:

    sip seng pentik halalan thoyiban, barokah… amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: