Peluncuran Roket Atau Pesta Kembang Api?

Sangat ironis, mungkin itulah frasa yang tepat untuk mewakili kejadian yang kulihat di sebuah siaran berita televisi swasta pada hari Minggu lalu. Ketika itu tampak gambar sekelompok pemuda sedang menonton peluncuran roket Israel yang diarahkan menuju negara tetangganya, Palestina. Kulihat sesekali beberapa orang itu mencoba mengabadikan peluncuran itu dengan menjepretkan kamera digitalnya dengan tanpa guratan sedih yang tampak di mukanya. Entah mereka tahu, tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau masa bodoh, peluncuran roket itu menjadi tontonan gratis dan menyenangkan bagi mereka. Bak pesta kembang api untuk menyambut tahun baru.

Padahal di sisi yang lain, tepatnya di balik tembok pemisah yang menjulang tinggi, ribuan warga berharap-harap cemas berdoa semoga roket mematikan itu tidak mengenai mereka dan rumah mereka. Memang, sebuah harapan yang tidak logis karena moncong roket itu telah diarahkan kepada mereka. Harapan tinggallah harapan.

Sungguh, ketika kutonton kilasan peristiwa itu aku pun merasa tidak habis pikir. Manakah manusia yang katanya memiliki hati nurani itu? Apakah mereka yang dengan gembira menonton peluncuran roket atau mereka yang berharap-harap cemas berdoa agar tidak terkena hujan roket? Saya tahu, bila kita memperdebatkan masalah ini pasti akan sangat berkepanjangan. Mana benar dan mana salah adalah sesuatu yang nisbi di mata beberapa orang. Namun demikian, kita harus menentukan sikap.

Sikap apakah yang akan Anda ambil? Apakah Anda membela Israel? Apabila benar, maka mulai sekarang Anda adalah musuh saya!!!!