Masku
Saya memiliki seorang kakak laki-laki yang terpaut usia empat tahun lebih tua dari saya. Dia sangat berbeda dengan saya. Sejak SD, dia selalu menjadi siswa yang berprestasi. Bahkan, sampai sekarang pun demikian. Dan karena prestasinya itulah kemudian dia bisa sering bepergian ke luar negeri.
Meskipun judul tulisan ini adalah Masku, tapi pada praktik percakapan sehari-hari, saya jarang (mungkin malah tidak pernah) memanggil dia dengan sebutan mas. Sejak kecil, saya sering memanggil dia dengan langsung menyebut namanya (tanpa embel-embel mas). Sampai sekarang pun tetap seperti itu. Meski demikian, bukan berarti saya tak menghormatinya.
Seperti yang telah saya tuliskan di awal paragraf, saya dan masku sangat berbeda. Hal ini diperkuat dengan perkataan ibu saya. Beliau berkata bahwa saya adalah tipe orang yang sulit untuk bisa serius, sedangkan masku tidak demikian. Menurut saya, dia adalah orang yang bisa menekuni dengan konsisten bakat yang dia miliki. Dan karena kekonsistenannyalah, dia akhirnya bisa menjelajahi Eropa dan Asia. Sedangkan saya, hehehe… perjalanan terjauh saya adalah berkunjung ke Pekanbaru Riau. Meski demikian, saya tetap mensyukurinya.
Kini, saya jarang bertemu dengan masku. Hal ini disebabkan adanya kendala jarak dan kesibukan kami. Saya tinggal di Solo, masku tinggal di Jakarta. Saya bekerja, dia pun demikian. Terakhir kali kami bertemu adalah ketika saya menikah dulu. Bahkan, ketika lebaran kemarin kami (keluarga) pun terpaksa tak bisa bertemu dengannya karena dia sedang sibuk mempersiapkan kunjungannya ke luar negeri yang diadakan selepas lebaran.
Ternyata sudah setahun kami tak bertatap muka. Dri, piye kabare?
Comments
13 Responses to “Masku”Lacak Balik
Check out what others are saying...-
[...] Mendiang masku bersama Batavia Madrigal Singers (BMS) saat berkompetisi akhir Juli 2010 di Torrevieja, Spain. Saat [...]


Idem mas.. Saya juga kalo panggil kakak bukan dengan mas atau sejenisnya, tapi malah dengan sebutan waktu kecil. Pun dia memanggil saya.. Itu jutrsu malah menimbulkan keakraban, tanpa mengurangi rasa hormat saya padanya.
________
masdeewee njawab:
dulu sebenernya sempat kita janjian, dia manggil saya adik, saya manggil dia mas… tapi akhirnya perjanjian itu dibatalkan… hehehe
Wah, itu poto di Belanda ya?
*sotoy.com*
__________
masdeewee njawab:
kalo kata masku, itu di Jerman
miriiiiippp banget sama Mas Andi.. manis dan imut
________
masdeewee njawab:
masak sih? (malumalu mode on)
yoi
*soktau juga*
tp klo saya tetep memanggil mas
_________
masdeewee njawab:
betul mas, jangan tiru saya…
saya nggak punya ‘mas’, bahkan di trah mbah saya, krn sy cucu pertama dr anak pertama.
semua keponakan memanggil sy pakde. hanya di dunia narablog sj, mendapat panggilan paklik dr anak2 eMak. dan sy sangat senang dng panggilan paklik itu
________
masdeewee njawab:
apakah ini sebuah sinyal bagi saya untuk ikut memanggil panjenengan dengan sebutan paklik?
wah, saya ke adik saya seringnya panggil nick name….
tapi kalau dia ke saya panggilnya, aa…
wah, indah ya di jerman noh….. hihih
wah sama, saya jg trpaut 4 thun ama kaka saya
kalo saya sih manggil kaka saya ya kaka aja, maklum bkn org jawa
Mirip Mas …
Cuma nggantengan Mas nya …
Mas Andi sedang kangen nih rupanya …
Salam saya
alhamdulillah, keakraban kerabat tak luntur oleh sebutan ataupun jarak
sekarang di manakah masnya mas andi??
salam persahabatan.
Cerita yang sangat menarik. Saya hanya bisa berdoa, semoga anda dan keluarga anda bisa bekumpul kembali.
Selamat tinggal mas Andi.