Hangat-hangat Tahi Burung
Bagi Anda yang sering berkunjung atau berdomisili di Solo tentunya tak asing dengan Taman Balekambang. Inilah salah satu ruang publik yang selalu ramai pengunjung. Dalam kesempatan ini saya tak hendak menyajikan penjelasan perihal taman kota tersebut. Namun, sedikit berbagi cerita tentang pengalaman saya berkunjung ke sana.
Membaca judul di atas, tentu muncul pertanyaan, “Apa hubungan dengan plesetan ungkapan tersebut dengan Taman Balekambang?” Nah, berikut ini adalah ceritanya.
Tiap hari libur tiba, saya bersama istri hampir selalu memanfaatkan momen tersebut untuk plesiran, dolan-dolan, atau mudik pulang kampung halaman. Nah, pada suatu ketika target kunjungan kami pun jatuh pada taman kota tersebut.
Tak perlu banyak persiapan untuk bisa menuju ke taman tersebut. Karena, letak rumah kontrakan kami dengan objek wisata tersebut tak terlalu jauh. Kalo boleh meminjam istilah, katanya hanya berjarak selemparan sendal (lemparannya Butho Cakil
). Yang jelas, buku adalah barang wajib yang harus dibawa, karena suasana asri taman tersebut sangat mendukung bila dimanfaatkan untuk membaca buku.
Untuk menghindari keramaian, kami pun sengaja berangkat ke sana selepas Zuhur (sekitar pukul 13.00). Karena, pagi dan sore selalu padat pengunjung. Memang, dalam perjalanan ke objek tersebut sangat panas, tapi akan segera terobati rasa gerah itu setelah sampai di tujuan. Namun, kurang lengkap tampaknya bila berwisata tak membawa cemilan. Maka atas usulan istri, kami pun memutuskan untuk membeli rujak colek (lotis) dan es sari kacang ijo.
Singkat cerita, sampailah kami di Taman Balekambang. Siang itu suasana taman lumayan lengang, sesuai dengan perkiraan kami. Langsung saja, setelah memarkir sepeda motor, kami berbegas mencari tempat yang nyaman. Dan pilihan kami jatuh pada tempat di bawah ini (foto diambil dari sini).

sudut Balekambang
Setelah menempati tempat tersebut, saya langsung mengambil buku yang saya bawa. Sembari membaca, sesekali saya menyeruput es sari kacang ijo. Berbeda dengan saya, istri lebih memilih untuk duduk memperhatikan sekitar sambil melahap lotis kesukaannya.
“Ini lotisnya mau saya makan semua nih?” tiba-tiba istri saya menyela.
Melihat wajahnya yang agak sewot, saya lantas meletakkan buku yang baru sebentar saya baca. Dengan tersenyum, saya pun mengambil lotis dan memakannya. Tak beberapa lama, suasana mulai agak romantis (halah). Kami berbincang sambil makan lotis dan sesekali angin sepoi berhembus meniup wajah kami. Namun, ….
Hal yang lumrah, sebuah kodrat alam. Segala sesuatu yang masuk pasti akan keluar. Segala sesuatu yang masuk ke perut pasti akan keluar entah dari berbagai jalan. Tentunya tak hanya manusia, hewan pun demikian. Tampaknya peristiwa alam itu mencoba mengingatkan saya. Dan hal lumrah pula, bila lidah terasa pedas maka otak pun memberi perintah kepada tubuh untuk mencari peredanya. Lantas apa hubungannya? Mari kita lanjutkan.
Tiba-tiba rasa pedas lotis mulai tak tertahankan. Secara refleks, tangan saya mengambil sebungkus es sari kacang ijo dan mendekatkannya ke mulut untuk kemudian saya minum guna meredakan rasa pedas itu. Srupuuut … segerrrrrr banget, ah ….
Sepersekian detik kemudian ketika tangan masih menggenggam sebungkus es, tiba-tiba sesuatu jatuh di tangan saya. Benda tak teridentifikasi itu campuran antara zat padat dan cair. Entah benda apa itu, yang jelas terasa hangat.
Bingung, kaget, melongo, dan berbagai perasaan pun muncul sehingga melahirkan wujud wajah yang aneh sehingga membuat istri saya menahan tawa. Secara refleks saya mendongakkan kepala ke atas. Ketika itu, saya lihat sekawanan burung bertengger di atas ranting pohon yang menjuntai di atas kami. “Oalah diteleki manuk (oalah di- *entah bahasa Indonesianya apa* burung),” seloroh saya dengan tersenyum kecut.
Sejak saat itu, saya langsung paham apa maksud dari ungkapan hangat-hangat tahi ayam. Walaupun saya belum pernah memegangnya (terutama yang masih hangat).
NB: maaf bila menjijikkan.


balekambang… sak umur2 saya belum pernah main ke sana mas. cuma lewat saja. klo lihat gambar di atas, kayaknya kok menarik untuk dikunjungi ya..
kapan kalo ada waktu berkunjung aja gus, dan jangan lupa hubungi saya. nanti kita kopdar sambil akan saya tunjukkan TKP dari tragedi cerita ini.
Loh.. Kok tiba2 saya ngarasain bau ya? Wah kenapa nih?
__________
masdeewee njawab:
masih bau ya mas? padahal sudah saya bersihkan lho…
saya lum pernah mampir kesana kang, lum jadi2 pas di solo
_____________
masdeewee njawab:
kapan ada waktu ke sana aja kang… suejuk kok…
makanya mas Andi.. klo jalan2 ke taman sama adinda, jangan bawa buku dong..
bahkan burung pun mengerti..
___________
masdeewee njawab:
weh iya ya… bener juga tuh bun…
wah keren yah saia blom pernah kesana
___________
masdeewee njawab:
berkunjung aja mbak, dijamin gak rugi….
Mencoba mengimajinasikan hal tersebut diatas …
dan reaksi saya adalah …
yuck …
(tapi memang benar hangat siihhhh …)
hahahahaha
___________
masdeewee njawab:
asal jangan diimajikan ketika sedang makan ya mas….
Diteleki manuk, bahasa indonesianya = kena dampak manuk ninja Mas
Salam bentoelisan
Mas Ben
____________
masdeewee njawab:
hahaha… manuk ninja
Sahabat Sejati…
Telah ada 83 komentar pada Kuis Sahabat Sejati, termasuk darimu…
Terima kasih atas partisipasinya, Sahabat Sejati
Semata itu semua untuk menjalin persahabatan antara kita
Semoga berkenan untuk selalu menjadi Sahabat Sejati
Salam sukses dan terima kasih…
sedjatee
http://sedjatee.wordpress.com
____________
masdeewee njawab:
saya juga berterima kasih atas persahabatan kita selama ini.
walh mas aku malah urung pernah rono padahal wis bola-bali neng solo
__________
masdeewee njawab:
mungkin karena sudah terlalu sering itu mas…
balekambang saya belum pernah ke sana (jadi malu).
saya pernah mengalami juga hal serupa, baru ngobrol sama teman-teman di bawah pohon mangga tiba-tiba ada yang jatuh di kepala dan aromanya, bikin malu pula
_________
masdeewee njawab:
ternyata kita senasib
Itulah resiko kencan dibawah pohon hehehehe…..
Ini cerita kencan bareng istri atau sama buku Mas?
___________
masdeewee njawab:
ini ceritanya saya sedang mendua mas….
Liat fotonya mantap juga buat plesiran ya. Enak buat leyeh2..
_________
masdeewee njawab:
yap betul
saya sering ke sana mas.. foto2, refresing,
___________
masdeewee njawab:
wah foto2 ya… kapan kalo ke sana aku ikut mas, biar ikut kefoto….