Konteks dan Koteks (Ups….)
Sapa yang gak kenal konteks, tentu semua pasti paham. Konteks adalah sesuatu yang menyertai atau yang bersama teks. Secara garis besar, konteks wacana dibedakan atas dua kategori, yakni konteks linguistik dan konteks ekstralinguistik. Konteks linguistik adalah konteks yang berupa unsur-unsur bahasa. Konteks linguistik itu mencakup penyebutan depan, sifat kata kerja, kata kerja bantu, dan proposisi positif. (Paham gak ya???
)
Kemudian sapa juga yang gak kenal koteks? Hayo sekarang saya tanya kepada Anda. Ketika Anda mendengar kata tersebut apa yang langsung terlintas di pikiran Anda??? Pasti Anda langsung berpikir, 8 dari 10 wanita Indonesia memakai Koteks. Waks!!!!
Oke. Jangan keburu berkata bahwa saya lelaki ngeres, berotak kotor, dan berbagai kata-kata sampah lainnya. Dulu pikiran ini pun pernah terlintas di otak ketika dosen melontarkan pertanyaan itu. Siapa yang tahu apa itu koteks? begitu tanya dosen saya. Sontak suasana kelas berubah jadi ger geran. Yang laki-laki pada ngguya-ngguyu, yang perempuan tersipu-sipu.
Padahal kalo Anda tahu, apa yang ditanyakan dosen saya tidak tentang itu. Di dalam ilmu linguistik, khususnya analisis wacana, dikenal adanya konteks dan koteks. Penjelasan singkat tentang konteks sudah saya sampaikan di awal tulisan ini. Adapun koteks adalah teks yang berhubungan dengan sebuah teks yang lain. Koteks dapat pula berupa unsur teks dalam sebuah teks. Wujud koteks bermacam-macam, dapat berupa kalimat, paragraf, dan bahkan wacana.
Nah…. udah jelas kan? Maka dari itu mari kita pelajari bahasa kita. Jangan sampai Anda kalah dengan para penutur asing yang ternyata cukup memahami bahasa kita.


Andi, jadwalmu di kost hari apa wae dan jam berapa? aku mo dftar kul lagi pngin tanya-tanya. lo punya soal ujian masuk tak foto kopi ya? buat belajar. bahasa inggrisku bluuuk.
terima kasih
denny O. R. BASTID’03
________________

masdeewee njawab:
waks… bahasnya jangan di sini ya, via HP aja, OK…
mau kuliah lagi ya, bagus itu Den.
tapi maaf, aku gak punya soal2 apapun…
pertaaaaamaaaaaaaxxxxxxzzzzzzzz
_______________
masdeewee njawab:
minyak tanahxxxxxxxxzzzzzz…….
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
_____________
masdeewee njawab:
oke salam balik mas….
blognya tak masukken dalam daftar antemanteman ya mas.
om., coba koteksnya lebih diperjelas lagi contohnya., biar lebih maknyuss…
___________
masdeewee njawab:
waduh, masak jawabnya di sini sih…. intinya koteks itu wujudnya adalah teks. Bisa berupa kalimat, paragraf, atau bahkan wacana.
Wacana itu jangan dibayangkan sebagai sebuah artikel yg panjang bgt, karena wacana bisa sangat pendek. Kadang Anda bilang, “Oke,” itu udah dianggap sebagai satu wacana (tergantung konteksnya).
Aduh harus belajar lagi saya… hehehe. itu penjelasan singkatnya berdasarkan apa yg udah saya pelajari.
mungkin maksud si danoe, dikasih contoh riil dalam bentuk kalimat atau semacamnya gitu bro………………
_____________
masdeewee njawab:
untuk lebih jelasnya, silakan cari buku ini:
http://penerbit.unud.ac.id/ind/teks-koteks-konteks-fenomena-atas-fenomena-atas-fenomena/
ndagel mas .. ku akui dirimu pinter tenan .. siippp .. tapi agak piye yo bahasane …
___________
masdeewee njawab:
lho, ini bukan ndagel. ini ilmiah. kalo gak percaya, ada bukunya. liat link komen di atas.
mm.. selama ini saya tahunya konteks = isi. salah persepsi ya saya?
__________
masdeewee njawab:
mari kita buka KBBI daring. di sana tertulis bahwa konteks adalah:
1. bagian suatu uraian atau kalimat yg dapat mendukung atau menambah kejelasan makna.
2 situasi yg ada hubungannya dng suatu kejadian.
kalo menurut saya, persepsi mas Huang gak sepenuhnya salah karena mungkin yg dimaksudkan mas adalah makna kedua, yaitu situasi dalam sebuah kejadian. begitukah?